Senin 07 Oktober 2019, 16:49 WIB

Pengadilan Hong Kong Gelar Sidang Perdana Larangan Pakai Masker

Melalusa Sushtira Khalida | Internasional
Pengadilan Hong Kong Gelar Sidang Perdana Larangan Pakai Masker

AFp/Mohd Rasfan
Demmonstran di Hong Kong tetap mennggunakan masker meski ada larangan penggunaan masker

 

SETELAH resmi aturan pelarangan bagi para demonstran untuk mengenakan masker diberlakukan, pengadilan Hong Kong untuk pertama kalinya mengadili dua orang demonstran pro-demokrasi Hong Kong pada Senin (7/10) pagi.

Kedua orang demonstran yang pertama diadili tersebut merupakan mahasiswa dan seorang wanita berusia 38 tahun.

Keduanya didakwa oleh majelis hakim telah melanggar hukum atas keikutsertaannya dalam kerumuman massa tidak sah dan terancam hukuman penjara selama tiga tahun.

Selain itu, keduanya juga dijatuhi hukuman maksimal satu tahun karena telah melanggar larangan mengenakan masker wajah. Keduanya kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Sementara itu, para demonstran tampak memadati luar pengadilan. Mereka menyerukan slogan-slogan di antaranya, "Mengenakan masker bukanlah kejahatan" dan "Hukumnya tidak adil".

Baca juga : Ribuan Demonstran Hong Kong Abaikan Hukum Anti-Penutup Wajah

Banyak demonstran yang mengaku khawatir atas diterapkannya aturan UU Darurat terkait pengenaan masker tersebut, dan menengarai akan lebih banyak UU Darurat serupa yang akan dikeluarkan selanjutnya.

"Ini alasan untuk memperkenalkan undang-undang totaliter lainnya, selanjutnya adalah darurat militer," ujar seorang demonstran bermarga Lo di luar pengadilan kepada AFP.

Sementara itu, Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan larangan tersebut diperlukan sebagai upaya meredam demonstrasi yang telah berlangsung selama empat bulan.

Namun, tampaknya larangan tersebut tidak banyak dapat menghentikan kekacauan dan menghentikan demonstran mengenakan masker untuk turun ke jalan mengecam langkah itu sebagai langkah menuju otoritarianisme. (AFP/OL-7)

Baca Juga

AFP

Jepang Akan Cabut Sebagian Status Darurat Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 17:59 WIB
Wilayah Tokyo yang lebih luas, kata laporan tersebut, akan tetap di bawah tindakan tersebut ketika laju penurunan infeksi baru telah...
AFP/Sai Aung Main

Pegawai Negeri Myanmar Tolak Bekerja untuk Junta Militer

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 14:25 WIB
Rumah sakit umum sepi, kantor pemerintah dibiarkan gelap dan kereta tidak beroperasi. Myanmar seperti kota mati sekarang...
AFP

Uni Eropa Perpanjang Sanksi Terhadap Rezim Belarus

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 26 Februari 2021, 13:21 WIB
Keputusan Uni Eropa menyusul tindakan keras Belarus di bawah kepemimpinan Alexander Lukashenko, terhadap warga yang melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya