Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi mengatakan, Selasa (17/9) waktu setempat, produksi (output) minyak mereka akan kembali normal sepenuhnya pada akhir September. Riyadh berusaha untuk menenangkan pasar energi yang kacau setelah serangan terhadap dua instilasi minyak mereka yang memangkas produksi hingga setengahnya.
Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pada konferensi pers di Jeddah, setengah dari produksi yang dihancurkan oleh serangan sudah kembali berjalan. Dia mengatakan Kerajaan harus memaksimalkan cadangan yang tersimpan untuk memastikan pasokan berlanjut seperti biasa.
"Selama dua hari terakhir kami telah memperbaiki kerusakan dan memulihkan lebih dari setengah produksi yang turun akibat serangan teroris," kata Menteri seperti dikutip Arab News.
"Saya punya kabar baik untuk Anda ... produksi minyak ke pasar internasional sudah kembali seperti sebelum serangan," imbuhnya.
Baca juga: Masalah Aramco tidak Ganggu Pasokan Minyak RI
Pangeran mengatakan Saudi akan mempertahankan perannya sebagai pemasok aman pasar minyak global. Dia menambahkan Kerajaan, pengekspor minyak terkemuka dunia, perlu mengambil tindakan tegas untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Bahkan ia menyatakan perusahaan raksasa Aramco telah bangkit dari hantaman berat, menganalogikkannya seperti burung Phoenix yang bangkit dari abu.
"Di mana Anda akan menemukan perusahaan di seluruh dunia ini yang mengalami serangan dahsyat dan bangkit seperti burung phoenix?"
Harga minyak turun sekitar enam persen pada Selasa setelah komentar menteri energi itu, memantapkan pasar yang melonjak di tengah kekhawatiran pasokan dan ketidakstabilan di kawasan itu. (Arab News/A-4)
Keberhasilan pengeboran dan uji produksi awal sumur Gemah-81 milik PetroChina International Jabung dinilai menjadi kontribusi nyata sektor hulu migas.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved