Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NIAT Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapatkan dukungan atas Brexit yang tidak memiliki kesepakatan, pupus di tangan parlemen.
Selain itu, keinginannya untuk melakukan percepatan pemilu juga tidak mendapatkan dukungan luas dari Parlemen Inggris.
Pada Rabu (4/9), Parlemen Inggris memberikan suara mendukung undang-undang yang memblokir keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.
Sebanyak 329 anggota parlemen tidak memberikan dukungan kepada PM Johnson, sementara 300 lainnya memberikan dukungan.
Sebagian besar dari anggota parlemen yang mendorong undang-undang pemblokiran itu juga berasal dari Partai Konservatif yang dipimpin Johnson. Dengan hasil ini, sebuah Komite dalam parlemen bisa dibentuk untuk melakukan amendemen undang-undang itu.
Baca juga: Rencana Brexit Johnson Terancam Gagal
Sementara di waktu berdekatan, Parlemen Inggris juga memberikan suara atas upaya Johnson melakukan percepatan pemilu. Meski kubu Johnson menang 298 suara dan 56 lain menentangnya, tidak bisa membuat dilakukannya percepatan pemilu.
Gagalnya percepatan pemilu yang diinginkan Johnson karena tidak terpenuhinya dua pertiga suara yang bisa mendukung keinginannya itu.
“Kesimpulan jelas memperlihatkan dia tidak mengira akan menang,” ujar PM Johnson, terkait pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, seperti dikutip AFP, Kamis (5/9).
Melalui hasil ini, tidak ada jalan lain bagi mantan Wali Kota London itu untuk mengupayakan perpanjangan batas waktu Brexit yang jatuh pada 31 Oktober.
Johnson sebelumnya mengklaim ancamannya kepada Uni Eropa pada akhirnya akan mendorong para pemimpin di blok tersebut untuk membentuk kesepakatan baru.
Namun, para pengkritiknya justru menilai hal itu bisa memicu hubungan buruk Inggris dengan negara yang selama ini sudah dekat. (Medcom/OL-2)
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved