Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Taliban dan perunding Amerika Serikat (AS) menyelesaikan putaran negosiasi terakhir. Kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan yang digadang-gadang akan mempersempit kehadiran pasukan AS di Afghanistan.
Hal itu diungkapkan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Senin (12/8). Mujahid menuturkan perundingan putaran kedelapan yang berlangsung di Doha, Qatar, selesai tengah malam.
“Prosesnya sempat tidak menarik dan efektif. Kedua pihak sepakat untuk berkonsultasi dengan pemimpin masing-masing terkait langkah selanjutnya,” kicau Mujahid di akun Twitter-nya.
Sejauh ini belum ada respons dari kedutaan AS di Kabul. Minggu lalu, utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, memberi sinyal negosiasi AS-Taliban hampir selesai.
“Saya berharap ini adalah Idul Adha terakhir di saat Afghanistan masih dibayangi peperangan,” sebut Khalilzad melalui Twitter.
Washington bernegosiasi dengan rivalnya selama satu tahun terakhir untuk mencapai kesepakatan. Salah satu aspek yang dibahas ialah penarikan 14.000 pasukan AS dari Afgha-nistan. Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump ingin mengakhiri keterlibatan dalam perang Afghanistan yang sudah berlangsung 18 tahun. Negara adidaya itu telah menghabiskan anggaran lebih dari US$1 triliun.
Sebagai penyeimbang perjanjian, Taliban berkomitmen untuk menjamin keamanan, termasuk tidak akan membiarkan Afghanistan sebagai tempat perlindungan para pejihad.
Pada Senin ini, dinas intelijen Afghanistan mengumumkan pembebasan 35 tahanan Taliban karena sudah berperilaku baik. “Pembebasan sejumlah tahanan merupakan isyarat kuat dari pemerintah Afghanistan untuk perdamaian dan mengakhiri perang,” bunyi pernyataan badan tersebut.(AFP/Tes/I-1)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved