Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kelompok Taliban dan perunding Amerika Serikat (AS) menyelesaikan putaran negosiasi terakhir. Kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan yang digadang-gadang akan mempersempit kehadiran pasukan AS di Afghanistan.
Hal itu diungkapkan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Senin (12/8). Mujahid menuturkan perundingan putaran kedelapan yang berlangsung di Doha, Qatar, selesai tengah malam.
"Prosesnya sempat tidak menarik dan efektif. Kedua pihak sepakat untuk berkonsultasi dengan pemimpin masing-masing, terkait langkah selanjutnya," bunyi cuitan Mujahid di akun Twitternya.
Sejauh ini, belum ada respons dari Kedutaan AS di Kabul. Pada Minggu (11/8), utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, memberi sinyal bahwa negosiasi AS-Taliban hampir selesai.
"Saya berharap ini adalah Idul Adha terakhir di mana Afghanistan masih dibayangi peperangan," sebut Khalilzad melalui cuitannya di Twitter-nya.
Beragam spekulasi di Kabul sudah mencapai puncaknya dalam beberapa hari terakhir. Khususnya, mengenai kesepakatan AS-Taliban yang terjadi dalam waktu dekat.
Washington bernegosiasi dengan rivalnya selama satu tahun terakhir, untuk mencapai kesepakatan. Salah satu agenda yang dibahas ialah penarikan 14 ribu personel militer AS dari Afghanistan.
Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump, ingin mengakhiri keterlibatan dalam perang Afghanistan, yang berlangsung 18 tahun. Negara adi daya etrsebut telah menghabiskan anggaran lebih dari US$1 triliun.
Sebagai penyeimbang perjanjian, Taliban berkomitmen untuk menjamin keamanan. Termasuk, tidak akan membiarkan Afghanistan sebagai tempat perlindungan yang aman bagi para pejihad. Kesepakatan AS-Taliban tidak otomatis mengakhiri perang Afghanistan. Sebab, kelompok pemberontak perlu membuat kesepakatan dengan pemerintah Kabul.
Pada Senin ini, dinas intelijen Afghanistan mengumumkan pembebasan 35 tahanan Taliban, karena sudah berperilaku baik.
"Pembebasan sejumlah tahanan merupakan isyarat kuat dari pemerintah Afghanistan, untuk perdamaian dan mengakhiri perang," bunyi pernyataan badan tersebut. Seperti diketahui, Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan membebaskan tahanan musuh secara berkala.(AFP/OL-09)
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved