Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GARDA Revolusi Iran (IRGC), Jumat (19/7), mengatakan Iran telah menyita tanker berbendera Inggris di Teluk setelah Inggris terlebih dahulu menyita tanker Iran, awal Juli ini. Langkah itu semakin meningkatkan ketegangan di sepanjang rute pengiriman minyak internasional yang krusial.
Inggris sedang mencari informasi tentang Stena Impero setelah tanker yang hendak menuju pelabuhan di Arab Saudi itu tiba-tiba berubah arah setelah melintasi Selat Hormuz di pintu masuk Teluk.
IRGC mengaku mereka menahan tanker tersebut atas permintaan otoritas maritim Iran 'agar tidak mengikuti regulasi maritim internasional' demikian laporan stasiun TV pemerintah.
Hubungan antara Iran dan negara Barat semakin memanas sejak pasukan Angkatan Laut Inggris menyita milik Iran di Gibraltar pada 4 Juli atas dugaan penyelundupan minyak ke Suriah. Hal tersebut melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah.
Baca juga: AS Desak Iran Bebaskan Kapal Tanker yang Ditahan
Iran berjanji membalas aksi tersebut dan beberapa hari kemudian tiga kapal Iran berupaya menghadang tanker Inggris yang melintas Selat Hormuz.
Namun, pada saat itu, kapal Iran mundur saat berhadapan dengan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
"Kami sedang mencari informasi lebih lanjut dan mengevaluasi situasi menyusul laporan insiden di Teluk," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris, Jumat (19/7). (OL-2)
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved