Kamis 18 Juli 2019, 16:52 WIB

Senator AS Serukan Investigasi Aplikasi FaceApp

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Senator AS Serukan Investigasi Aplikasi FaceApp

AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV
FaceApp.

 

APLIKASI populer yang berbasis di Rusia, FaceApp, menuai kecaman dari anggota Senat Amerika Serikat (AS), yang mendesak penyelidikan Biro Investigasi Federal (FBI). Hal itu tidak lepas dari fungsi aplikasi yang dapat mengubah tampilan seseorang, menjadi lebih tua atau lebih muda.

Pimpinan Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, menyerukan kepada FBI dan FTC, yakni badan perlindungan konsumen AS, untuk meninjau aspek keamanan nasional dan risiko privasi yang terhubung dengan FaceApp. Mengingat, aplikasi telah digunakan jutaan warga AS, namun dikembangkan perusahaan yang berbasis di Saint Petersburg, Rusia.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Protes Dewan Kota Oxford

"Basis FaceApp yang berlokasi di Rusia menimbulkan pertanyaan, bagaimana dan kapan perusahaan menyediakan akses data warga AS ke pihak ketiga. Termasuk, kemungkinan adanya peran pemerintah asing," ujar Schumer dalam sebuah surat kepada FBI.

"Ini sangat meresahkan, ketika informasi sensitif warga AS diberikan kepada kekuatan asing yang menjadi rival aktif dalam perang siber dengan AS," imbuhnya.

Schumer bukan satu-satunya anggota Partai Demokrat yang khawatir. The Washington Post melaporkan Komite Nasional Partai Demokrat mengingatkan para juru kampanye pemilihan presiden 2020, untuk menyerukan penghapusan aplikasi. Salah satu partai politik terbesar AS itu sangat sensitif terhadap potensi pengawasan yang melibatkan Moskow. Apalagi beberapa pejabat Partai Demokrat menjadi sasaran peretas Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Perwakilan FaceApp belum merespons surat Schumer. Namun, kepada The Washington Post, CEO FaceApp, Yaroslav Goncharov, menegaskan aplikasi itu tidak memanfaatkan foto pengguna untuk tujuan lain. Dia mengatakan sebagian besar foro dihapus dari ousat data dalam waktu 48 jam. Selain itu, otoritas berwenang Rusia tidak memiliki akses data pengguna.

Aplikasi FaceApp diluncurkan Rusia Wireless Lab pada 2017, dengan mengusung kecerdasan buatan untuk memodifikasi foto pengguna. Dari mengubah warna rambut, menambah kerutan, hingga mengurangi usia wajah. Saat ini, FaceApp merupakan aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Google Play, dengan lebih dari 100 juta pengguna. (AFP/OL-6)

Baca Juga

Jordanian Royal Palace / AFP

Pangeran Hamzah Tampil Perdana Dengan Raja Abdullah II

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 08:25 WIB
Pangeran Yordania Hamzah, pada Minggu, tampil di depan publik untuk pertama kalinya sejak ia menjalani tahanan rumah pekan lalu,...
AFP/Atta Kenare

Badan Atom Iran Sebut Fasilitas Nuklir Diserang Aksi Terorisme

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 07:28 WIB
Kamalvandi mengatakan telah terjadi kecelakaan di bagian sirkuit listrik fasilitas pengayaan di kompleks Natanz dekat...
campaignasia.com

Facebook Habiskan US$23 Juta untuk Keamanan Mark Zuckerberg

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:00 WIB
Pengajuan baru ke Securities and Exchange Commission menunjukkan bahwa Facebook menghabiskan lebih dari US$23 juta pada tahun lalu untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya