Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA jasad berlumuran darah ditemukan di Omdurman, kota dekat Khartum. Kantor Berita AFP melaporkan hal itu setelah aksi unjuk rasa terhadap para jenderal berkuasa, yang mengguncang Sudan.
Puluhan ribu orang turun ke jalan pada Minggu (30/6) waktu setempat. Mereka menuntut pemerintah sipil dalam demonstrasi pertama, sejak penumpasan mematikan di kamp protes hampir sebulan yang lalu.
Kerumunan pengunjuk rasa membanjiri wilayah Khartum dan Omdurman, tepat di seberang Sungai Nil. Aksi serupa juga terjadi di beberapa kota penjuru negeri.
Pejabat Kementerian Kesehatan Sudan menyatakan tujuh orang tewas terbunuh dalam unjuk rasa Minggu lalu. Belum ada penjelasan rinci mengenai kasus kematian tersebut.
Sementara itu, gerakan protes menyebut lima orang demonstran tewas terbunuh. Beberapa orang lainnya diketahui terluka parah akibat tembakan yang dilancarkan milisi dewan militer.
Baca juga: Inggris Lelang Patung Tutankhamun, Otoritas Mesir Murka
Pada Senin (1/7) ini, tiga jasad ditemukan di area sekitar Omdurman, yang menjadi lokasi unjuk rasa. Identitas korban belum diketahui pasti.
Adapun kerumunan massa berkumpul di sekitar jasad korban seraya meneriakkan 'Just Fall, Just Fall', sebuah seruan dari gerakan protes yang mengguncang Sudan. Demonstrasi pertama kali meletus dalam perlawanan terhadap kepemimpinan Omar Al-Bashir, yang berhasil digulingkan pada Desember 2018 lalu.
Aksi protes pada Minggu waktu setempat, adalah demonstrasi pertama sejak penumpasan di kamp protes luar markas militer Khartum, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan orang terluka.
Serangan terhadap aksi protes terjadi beberapa hari setelah kegagalan negosiasi, antara para pemimpin protes dan para jenderal mengenai penempatan pemerintahan sipil. Para jenderal merebut kekuasaan begitu militer berhasil menggulingkan Bashir, menyusul protes nasional terhadap pemerintahan yang kacau selama tiga dekade. (Arabnews/OL-1)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved