Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lebih dari 70 juta orang menjadi pengungsi sepanjang 2018. Melalui laporan tahunannya, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menggambarkan data 70,8 juta pengungsi sampai akhir 2018 layaknya sebuah tradisi.
Sebagai perbandingan, pada 2017 sekitar 68,5 juta orang terpaksa mengungsi untuk menghindari tindakan atau penganiayaan. UNHCR menghubungkan peningkatan tersebut dengan kenaikan imigran di Ethiopia yang disebabkan konflik antaretnis.
Berikut, ribuan warga Venezuela yang harus mengungsi merupakan dampak krisis ekonomi berkepanjangan. PBB memperkirakan jumlah imigran asal Venezuela sejak awal 2016 mencapai 3,3 juta orang.
Kepala UNHCR Filippo Grandi mengatakan data 70,8 juta hanya mencakup imigran Venezuela yang secara resmi mengajukan suaka. Jumlahnya diperkirakan setengah juta orang. Itu menandakan jumlah pengungsi global secara keseluruhan berpotensi lebih besar. Selama 20 tahun terakhir, jumlah pengungsi global meningkat dua kali lipat atau melebihi populasi Thailand.
"Tren itu terus berjalan ke arah yang salah," ungkap Grandi kepada wartawan di Jenewa, Swiss.
Berdasarkan pandangan Amnesty Internasional, seorang pengungsi adalah orang yang meninggalkan negara asal. Dia tidak bisa kembali atau tidak akan kembali, karena konflik maupun khawatir menjadi korban penganiayaan.
Baca juga: Ratusan Pengungsi Rayakan Lebaran 2019 di Tenda Pengungsian
Laporan terbaru memasukkan data 41,3 juta orang pengungsi di dalam negeri (IDP), 29,5 juta pengungsi dan 3,5 juta pencari suaka yang menunggu keputusan mengenai upaya perlindungan pengungsi secara resmi.
Sejumlah negara dengan pengungsi domestik yang akhirnya melarikan diri dari negara asal, mencakup Suriah yang dilanda konflik sejak 2011 dan Kolombia yang dilanda kekerasan selama beberapa dekade. Kelompok pengungsi itu termasuk 5,5 juta warga Palestina yang tersebar di beberapa negara, seperti Libanon dan Yordania.
Adapun solusi terbaik bagi seorang pengungsi ialah dapat pulang ke rumah ketika situasi negara asal kembali stabil. Grandi menekankan sekitar 20% pengungsi berada di pengasingan lebih dari dua dekade.
"Kami sulit menciptakan perdamaian. Memang benar ada konflik baru, serta situasi baru yang mendorong imigran. Namun, masalah lama tidak pernah terselesaikan," tuturnya.
UNHCR berulang kali menekan perlawanan atas frasa krisis migran, terutama karena diterapkan pada gelombang imigran ke Eropa melalui Laut Mediterania. Mereka berpendapat meski imigrasi massal dapat menimbulkan masalah serius, sebenarnya dapat dikelola negara-negara kaya.
Grandi mengapresiasi Jerman karena menerima para imigran serta berupaya menghilangkan dugaan imigran tidak dapat dikelola, sekalipun jumlahnya sangat besar.
"Saya tidak terbiasa memuji dan mengkritik. Tetapi dalam kasus ini, saya ingin memuji Jerman atas apa yang sudah dilakukan," pungkas Grandi.(AFP/OL-5)
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved