Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Eropa dari Universitas Indonesia, Dr Henny Saptatia Drajati Nugrahani, menilai mundurnya Theresa May dari jabatan Perdana Menteri Inggris di luar prediksi, meskipun sebagian publik Inggris terus menekannya.
"Ini cukup mengejutkan karena May terlihat benar-benar serius mempersiapkan semuanya untuk Brexit, background dia kan akuntan, jadi dia sangat detail untuk menimbang untung-rugi hingga Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa," kata Henny yang diwawancarai usai acara iftar di Kedutaan Besar China di Jakarta, Jumat (24/5).
Meskipun mengejutkan, menurut kepala Program Magister Studi Eropa di School of Strategic and Global Studies UI itu, May pada akhirnya terdesak oleh tekanan publik yang menginginkannya mundur di tengah kebuntuan negosiasi dengan Uni Eropa.
May, yang menduduki kursi Perdana Menteri Inggris pada 2016, menggantikan David Cameron pascareferendum Inggris untuk keluar atau tetap menjadi anggota Uni Eropa, mengumumkan pengunduran diri di depan Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street 10, pada Jumat.
Baca juga: Pemimpin Partai Konservatif Pengganti May Diumumkan Akhir Juli
Perdana Menteri yang mulanya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris itu menyatakan mundur di tengah himpitan batas waktu hingga akhir Mei untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Uni Eropa agar resmi keluar dari persatuan yang beranggotakan 28 negara itu.
"Situasi yang membuatnya menjadi perdana menteri, dan tekanan publik yang membuatnya mundur, dan saya pikir May sudah menjalankan
proses transisi pascareferendum Brexit dengan sebaik-baiknya," ujar Henny.
Namun, Henny menambahkan, keputusan kini ada di tangan rakyat Inggris untuk menentukan masa depan negaranya pascapengunduran diri May,
yakni apakah akan tetap melanjutkan Brexit atau menggelar referendum baru untuk tetap berada di Uni Eropa. (OL-1)
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved