Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi telah membunuh pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS) peringkat kedua di Somalia. Operasi penumpasan itu dilakukan melalui serangan udara.
Komando Afrika-AS menyatakan Abdulhakim Dhuqub tewas pada Minggu waktu setempat, di daerah sekitar Xiriiro, wilayah Bari.
Dari evaluasi sejauh ini, militer AS mengungkapkan serangan tersebut hanya menyebabkan kematian Dhuqub serta menghancurkan satu kendaraan.
"Dhuqub bertanggung jawab atas operasi harian kelompok ekstremis. Termasuk merencanakan serangan dan pengadaan sumber daya," bunyi pernyataan AFRICOM.
Baca juga: AS Minta Operasi Militer di Libya Disetop
Keberadaan kelompok IS di Somalia relatif kecil, pejuang Al-Shabaab lebih kuat dan bersekutu dengan Al-Qaeda.
"Kamu terus bekerja sama dengan mitra Somalia, untuk menekan jaringan teror Al-Shabaab dan IS-Somalia," ujar Direktur Operasi AFRICOM Korps Marinir Mayor Jenderal Gregg Olson.
"Untuk mendukung strategi, kami menggunakan serangan udara presisi. Langkah itu menargetkan rencana serangan mereka, kegiatan brutal ekstremis yang membuat Somalia terancam," imbuhnya.
Pada akhir 2018, militer AS memperkirakan terdapat 75-250 pejuang IS di Somalia, dibandingkan dengan 3.000 hingga 7.000 pejuang Shabaab.(AFP/OL-5)
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Sepp Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved