Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi telah membunuh pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS) peringkat kedua di Somalia. Operasi penumpasan itu dilakukan melalui serangan udara.
Komando Afrika-AS menyatakan Abdulhakim Dhuqub tewas pada Minggu waktu setempat, di daerah sekitar Xiriiro, wilayah Bari.
Dari evaluasi sejauh ini, militer AS mengungkapkan serangan tersebut hanya menyebabkan kematian Dhuqub serta menghancurkan satu kendaraan.
"Dhuqub bertanggung jawab atas operasi harian kelompok ekstremis. Termasuk merencanakan serangan dan pengadaan sumber daya," bunyi pernyataan AFRICOM.
Baca juga: AS Minta Operasi Militer di Libya Disetop
Keberadaan kelompok IS di Somalia relatif kecil, pejuang Al-Shabaab lebih kuat dan bersekutu dengan Al-Qaeda.
"Kamu terus bekerja sama dengan mitra Somalia, untuk menekan jaringan teror Al-Shabaab dan IS-Somalia," ujar Direktur Operasi AFRICOM Korps Marinir Mayor Jenderal Gregg Olson.
"Untuk mendukung strategi, kami menggunakan serangan udara presisi. Langkah itu menargetkan rencana serangan mereka, kegiatan brutal ekstremis yang membuat Somalia terancam," imbuhnya.
Pada akhir 2018, militer AS memperkirakan terdapat 75-250 pejuang IS di Somalia, dibandingkan dengan 3.000 hingga 7.000 pejuang Shabaab.(AFP/OL-5)
Jajak pendapat Reuters/Ipsos tunjukkan hanya 25% warga AS dukung serangan ke Iran. Risiko lonjakan harga BBM dan korban jiwa tentara jadi ancaman bagi posisi Trump.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung hingga empat minggu dan memperingatkan kemungkinan korban tambahan.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved