Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan kondisi darurat agar bisa membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko, Jumat (15/2), digugat.
Pakar hukum menyebut tidak pernah sebelumnya presiden AS menggunakan wewenangnya untuk menyatakan keadaan darurat karena dia ingin melawan penolakan Kongres terhadap keinginannya, dalam kasus ini pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko.
Pakar hukum juga mempertanyakan keputusan Trump untuk mengategorikan masalah imigrasi sebagai darurat nasional dan menggunakan dana militer untuk kepentingan nonmiliter.
Beberapa jam setelah Trump memberlakukan kondisi daurat itu, pemerintahan Trump diselidiki oleh Komite Kehakiman Kongres AS dan digugat di pengadilan oleh Persatuan Kemerdekaan Sipil Amerika, pemerintah negara bagian New York, dan pemerintah negara bagian California.
Baca juga: Penembakan di Illinois, Lima Orang Tewas
"Presiden Trump menciptakan sebuah krisis dan mendeklarasikan darurat nasional yang sebenarnya tidak ada hanya untuk mengambil alih kekuasaan," kecam Gubernur California Gavin Newsome.
"California akan menemui Anda di pengadilan," imbuhnya.
Trump mengaku dia sudah siap menghadapi gugatan itu dan yakin akan meraih kemenangan.
"Darurat nasional memang ada. Kami akan membawa masalah itu hingga Mahkamah Agung dan kami akan menang," tegas Trump. (AFP/OL-2)
Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent mengundurkan diri sebagai protes atas perang Iran. Ia menyebut klaim "ancaman mendesak" adalah bohong, memicu keretakan di internal loyalis Trump.
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
Donald Trump bereaksi keras atas pengunduran diri Joe Kent. Trump menyebut keputusan tersebut tepat karena menilai Kent sosok yang lemah dalam urusan keamanan AS.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekecewaan setelah negara-negara NATO menolak bantuannya di Selat Hormuz. Trump sebut NATO buat kesalahan konyol.
Trump sempat memahami lebih baik daripada presiden modern mana pun bagaimana menerapkan kekuatan militer secara tegas tanpa menyeret kita ke dalam perang yang tak berkesudahan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya tidak akan mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam perang melawan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved