Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akan mengumumkan kebijakan suku bunga pertama tahun ini. Kemungkinan besar tingkat suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) tetap dipertahankan.
Sepanjang 2018, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali. Akan tetapi, meningkatnya kekhawatiran pelambatan ekonomi AS di tengah konflik dagang dengan Tiongkok, mendorong pejabat The Fed untuk bersabar. Mereka memberikan sinyal akan mengambil waktu pendalaman kinerja ekonomi.
Penutupan sebagian pemerintah AS (shutdown) selama lima pekan, merusak kinerja ekonomi domestik pada kuartal I 2019. Namun, dampak gangguan diprediksi akan segera pulih.
Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell, berulang kali mengguncang pasar melalui pernyataan yang dinilai terlalu optimistis. Pada tahun lalu, dia juga mengisyaratkan kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang.
Menghadapi serangan balik dari upayanya untuk berbicara terus terang, Powell kemudian mundur dari pendiriannya dan berusaha menekankan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi. Dia menggambarkan situasi saat ini berada di ruangan gelap, sehingga memerlukan waktu untuk menemukan jalan yang tepat.
Baca juga: BI Pertahankan Bunga Acuan Seiring Langkah The Fed
Di lain sisi, sejumlah ekonom berpendapat reaksi kegelisahan pasar terbilang berlebihan. Tanda-tanda pelambatan ekonomi memberikan alasan kuat bagi The Fed untuk menyela pengetatan kebijakan moneter.
Ekonom Joel Narroff mengatakan pernyataan The Fed yang dirilis pada 1900 GMT, Rabu (30/1), akan menggarisbawahi ketidakpastian yang diawasi dengan cermat. Termasuk, memperhatikan kondisi perekonomian Tiongkok.
"Sampai masalah ini selesai, The Fed kemungkinan akan bergerak lambat. Karena perang dagang berpotensi membawa ekonomi global dalam resesi," ucap Narroff.
Powell memiliki kesempatan lain untuk menenangkan pasar yang gelisah, saat memberikan konferensi pers pertama dari total delapan konferensi pers sepanjang tahun ini. (AFP/OL-3)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved