Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Mengapa Prebiotik Krusial untuk Pencernaan Anak? Ini Penjelasan Medisnya

Putri Rosmalia Octaviyani
03/4/2026 17:29
Mengapa Prebiotik Krusial untuk Pencernaan Anak? Ini Penjelasan Medisnya
Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto.(Dok. Antara)

KESEHATAN pencernaan merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto, menekankan pentingnya asupan prebiotik untuk menjaga keseimbangan ekosistem bakteri baik dalam usus anak.

Menurut dr. Frieda, prebiotik bukan sekadar serat biasa, melainkan "makanan khusus" bagi mikrobiota usus. "Prebiotik berfungsi untuk mendukung keberagaman bakteri baik di saluran cerna, sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal," ujarnya dalam sebuah diskusi media di Jakarta, Kamis (2/4).

Apa Itu Prebiotik dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Tidak semua serat dapat dikategorikan sebagai prebiotik. Dr. Frieda menjelaskan bahwa serat dapat disebut prebiotik jika strukturnya tetap utuh saat melewati lambung dan mencapai usus besar tanpa tercerna. Di usus besar, serat ini difermentasikan oleh bakteri baik untuk menghasilkan Asam Lemak Rantai Pendek atau Short Chain Fatty Acids (SCFA).

SCFA memiliki peran krusial bagi tubuh, di antaranya:

  • Energi Sel Usus: Memberikan energi bagi sel-sel di usus besar agar berfungsi lebih baik.
  • Stimulasi Motorik: Membantu menstimulasi gerakan usus, yang sangat penting bagi anak yang mengalami konstipasi (sembelit).
  • Kesehatan Imun: Mendukung sistem pertahanan tubuh yang sebagian besar berpusat di pencernaan.

Sumber Prebiotik: Dari ASI hingga MPASI

Kebutuhan prebiotik sebenarnya sudah terpenuhi sejak awal kehidupan melalui Air Susu Ibu (ASI) dalam bentuk oligosakarida ASI. Namun, seiring bertambahnya usia dan dimulainya fase Makanan Pendamping ASI (MPASI), orang tua perlu memperhatikan asupan dari sumber lain.

Beberapa bahan makanan alami yang kaya akan prebiotik meliputi:

  • Sayuran: Asparagus, bawang bombay, dan jamur.
  • Buah-buahan: Pisang, apel, semangka, dan persik putih.

Selain dari makanan utuh, dr. Frieda menyoroti efektivitas kombinasi prebiotik spesifik seperti Fructooligosaccharides (FOS) dan Galacto-oligosaccharide (GOS) dengan rasio 1:9.

"Berbagai literatur selama puluhan tahun menunjukkan komposisi FOS:GOS 1:9 paling efektif meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium dalam saluran cerna," tambah lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Dokter Frieda mengajak para orang tua untuk mulai rutin memperkenalkan camilan sehat berbasis serat alami kepada anak. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan memberikan makanan Ultra Processed Food (UPF) seperti wafer atau biskuit yang cenderung tinggi kadar gula dan rendah nutrisi.

Dampak Positif bagi Anak Konstipasi

Bagi anak yang sering mengalami masalah buang air besar atau konstipasi, asupan prebiotik menjadi solusi alami yang sangat disarankan. Serat prebiotik akan memberi energi bagi sel-sel usus besar agar lebih aktif bekerja, sehingga proses ekskresi menjadi lebih lancar dan teratur.

Dengan menjaga kesehatan saluran cerna melalui asupan prebiotik yang tepat, orang tua tidak hanya memastikan pencernaan anak lancar, tetapi juga mendukung penyerapan nutrisi yang menjadi modal utama pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya