Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan (Dinkes) Berau menegaskan pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap bagi anak sebagai langkah utama mencegah berbagai penyakit berbahaya sejak dini.
Imunisasi dinilai menjadi benteng perlindungan efektif terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), yang tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyebaran di lingkungan masyarakat.
Petugas Tim Surveilans Imunisasi Dinkes Berau, Adi Haryono, mengatakan imunisasi harus diberikan secara bertahap sejak bayi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Imunisasi ini bukan sekadar kebutuhan individu, tapi juga melindungi lingkungan sekitar melalui kekebalan kelompok,” jelasnya.
Ia memaparkan, terdapat sejumlah vaksin dasar yang wajib dipenuhi, seperti BCG untuk mencegah tuberkulosis, DPT-Hib untuk perlindungan dari difteri, tetanus, batuk rejan, serta infeksi bakteri serius lainnya, dan vaksin hepatitis B untuk mencegah penyakit hati.
Tak hanya itu, anak juga perlu mendapatkan vaksin polio, baik dalam bentuk tetes (OPV) maupun suntik (IPV), vaksin MR atau MMR untuk mencegah campak dan rubella, serta beberapa vaksin tambahan seperti PCV, rotavirus, Japanese Encephalitis (JE), hingga HPV sebagai perlindungan dari kanker serviks di masa depan.
Adi menegaskan, seluruh jenis vaksin tersebut telah melewati proses uji klinis dan dinyatakan aman untuk digunakan. Efek samping ringan seperti demam usai imunisasi merupakan respons normal tubuh dalam membentuk kekebalan.
“Informasi yang menyebut vaksin bisa menyebabkan autisme atau penyakit lain itu tidak benar. Secara medis sudah terbukti tidak ada kaitannya,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian orangtua yang ragu memberikan imunisasi kepada anak akibat terpengaruh informasi yang tidak tepat. Padahal, tanpa imunisasi, risiko anak terpapar penyakit serius justru semakin tinggi.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Dinkes Berau terus melakukan edukasi melalui berbagai pendekatan, mulai dari sosialisasi langsung hingga kerja sama lintas sektor dan pemanfaatan media lokal.
Di sisi lain, kemudahan akses layanan juga menjadi perhatian. Imunisasi tersedia secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan seperti posyandu dan puskesmas, bahkan melalui program jemput bola ke sekolah-sekolah.
“Fasilitas sudah tersedia dan mudah dijangkau. Tinggal bagaimana kesadaran orang tua untuk memastikan anaknya mendapatkan imunisasi lengkap,” ujarnya.
Dinkes Berau berharap semakin banyak orang tua yang memahami bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang, guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. (Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved