Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah mematangkan rencana pemberian vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan tambahan menyusul meningkatnya risiko penularan virus tersebut pada kelompok dewasa.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa implementasi kebijakan ini masih menunggu lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Fokus utama saat ini adalah memastikan efikasi vaksin campak jika diberikan kepada orang dewasa.
"Yang paling penting sebenarnya adalah indikasi penggunaannya. Selama ini vaksin campak diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi ada studi untuk orang dewasa. Kami menunggu klarifikasi BPOM bahwa vaksin ini memang efektif untuk dewasa," ujar Dante pada Rabu (1/4).
Setelah mendapatkan persetujuan resmi dari BPOM, Kemenkes akan segera menggulirkan program vaksinasi bagi nakes, terutama mereka yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan dengan risiko paparan tinggi.
Pada tahap awal, program ini akan diprioritaskan pada 10 wilayah dengan angka kasus campak tertinggi di Indonesia, yaitu:
"Setelah cakupan vaksinasi tinggi tercapai, akan dilakukan evaluasi untuk kemungkinan perluasan ke daerah lain," tambah Dante.
Berdasarkan data Kemenkes, meski mayoritas kasus campak menyerang balita, terdapat sekitar 8 persen kasus yang tercatat menyerang kelompok dewasa. Kelompok yang paling rentan adalah mereka dengan imunitas rendah, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan kanker, serta tenaga kesehatan yang memiliki intensitas paparan tinggi terhadap pasien.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, sebelumnya menyebutkan bahwa perlindungan optimal sebenarnya sudah didapatkan melalui dua dosis imunisasi campak-rubella saat usia 18 bulan dan kelas 1 SD. Namun, tingginya risiko di lingkungan medis membuat vaksinasi tambahan bagi nakes menjadi krusial.
Selain intervensi vaksinasi, Kemenkes terus mendorong penguatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan medis. Penggunaan masker saat menangani pasien serta disiplin mencuci tangan tetap menjadi garda terdepan dalam mencegah transmisi virus di fasilitas kesehatan. (I-2)
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mendorong Jakarta menjadi pelopor penanganan cepat stroke mengingat 350 ribu kematian per tahun dan golden period 4,5 jam.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasilnya tidak bisa dilihat secara instan. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak semua masyarakat menanggapi warga Baduy yang ditolak saat ingin mendapat perawatan
Varian dominan di Indonesia adalah XFG (57%), LF.7 (29%), XFG 3.4.3 (14%) dengan risiko rendah. Karena situasi masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan vaksinasi campak dewasa seperti untuk tenaga kesehatan (nakes) butuh studi efikasi dari Badan POM.
Kemenkes menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi kelebihan beban kerja dalam kasus dokter intership meninggal, kemenkes menjelaskan kronologinya
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi terhadap Rumah Sakit (RS) wahana internship setelah tiga dokter muda yang berstatus magang meninggal dunia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved