Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kemenkes Siapkan Vaksinasi Campak Nakes di 10 Daerah Prioritas

Atalya Puspa    
03/4/2026 11:05
Kemenkes Siapkan Vaksinasi Campak Nakes di 10 Daerah Prioritas
Petugas puskesmas menyuntikkan vaksinasi jenis Measles dan Rubella (MR) kepada seorang balita saat layanan vaksin campak di Puskesmas Tlogosari Wetan, Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).(Antara/Makna Zaezar)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah mematangkan rencana pemberian vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan tambahan menyusul meningkatnya risiko penularan virus tersebut pada kelompok dewasa.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa implementasi kebijakan ini masih menunggu lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Fokus utama saat ini adalah memastikan efikasi vaksin campak jika diberikan kepada orang dewasa.

"Yang paling penting sebenarnya adalah indikasi penggunaannya. Selama ini vaksin campak diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi ada studi untuk orang dewasa. Kami menunggu klarifikasi BPOM bahwa vaksin ini memang efektif untuk dewasa," ujar Dante pada Rabu (1/4).

Fokus pada 10 Daerah Prioritas

Setelah mendapatkan persetujuan resmi dari BPOM, Kemenkes akan segera menggulirkan program vaksinasi bagi nakes, terutama mereka yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan dengan risiko paparan tinggi.

Pada tahap awal, program ini akan diprioritaskan pada 10 wilayah dengan angka kasus campak tertinggi di Indonesia, yaitu:

  • Tangerang Selatan
  • Tangerang
  • Bima
  • Palembang
  • Pandeglang
  • Jakarta Barat
  • Depok
  • Palu
  • Serang
  • Jakarta Pusat

"Setelah cakupan vaksinasi tinggi tercapai, akan dilakukan evaluasi untuk kemungkinan perluasan ke daerah lain," tambah Dante.

Risiko Penularan pada Kelompok Dewasa

Berdasarkan data Kemenkes, meski mayoritas kasus campak menyerang balita, terdapat sekitar 8 persen kasus yang tercatat menyerang kelompok dewasa. Kelompok yang paling rentan adalah mereka dengan imunitas rendah, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan kanker, serta tenaga kesehatan yang memiliki intensitas paparan tinggi terhadap pasien.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, sebelumnya menyebutkan bahwa perlindungan optimal sebenarnya sudah didapatkan melalui dua dosis imunisasi campak-rubella saat usia 18 bulan dan kelas 1 SD. Namun, tingginya risiko di lingkungan medis membuat vaksinasi tambahan bagi nakes menjadi krusial.

Pentingnya Protokol Kesehatan

Selain intervensi vaksinasi, Kemenkes terus mendorong penguatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan medis. Penggunaan masker saat menangani pasien serta disiplin mencuci tangan tetap menjadi garda terdepan dalam mencegah transmisi virus di fasilitas kesehatan. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya