Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Disfungsi Ereksi Kini Hantui Pria Usia 20–30 Tahun

N Apuan Iskandar
29/3/2026 10:43
Disfungsi Ereksi Kini Hantui Pria Usia 20–30 Tahun
Ilustrasi(Freepik)

MASALAH disfungsi ereksi kini bukan lagi monopoli pria lanjut usia. Tren medis terbaru menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan pada kelompok usia produktif, yakni antara 20 hingga 30 tahun. Fenomena ini menjadi perhatian serius para tenaga medis karena berkaitan erat dengan pola hidup modern.

Disfungsi ereksi sendiri didefinisikan sebagai kesulitan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi yang optimal. 

Berdasarkan data National Institutes of Health (NIH), sekitar 20% hingga 30% pria di bawah usia 40 tahun dilaporkan pernah mengalami gejala ini dalam berbagai tingkatan.

Penyebab: Dari Gaya Hidup hingga Psikologis

Para ahli mengidentifikasi dua faktor utama yang memicu gangguan ini pada usia muda:

  • Pola Hidup tidak Sehat: Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak, merokok, dan alkohol berlebih terbukti menghambat sirkulasi darah ke organ reproduksi.
  • Kesehatan Mental: Pada pria muda, tekanan pekerjaan, kecemasan, dan stres sering kali menjadi penyebab dominan dibandingkan faktor fisik.
  • Dampak Teknologi: Penggunaan gawai berlebihan yang mengganggu kualitas tidur turut memicu ketidakseimbangan hormon testosteron.

Langkah Pencegahan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa kesehatan reproduksi sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari. Para ahli menyarankan tiga langkah preventif utama:

  1. Rutin berolahraga.
  2. Menjaga pola makan seimbang.
  3. Mengelola stres dengan baik.

Jika gejala menetap dalam jangka waktu lama, pria disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan tepat dan mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius di masa depan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya