Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENOPAUSE adalah suatu peristiwa ketika perempuan mengalami menstruasi terakhir yang disebabkan oleh ovarium yang berhenti memproduksi hormon tertentu dan berhenti memproduksi sel telur. Sebagian perempuan (sekitar 1 dari 5) mengalami menopause dini yang terjadi sebelum usia 45 tahun.
Sementara itu, perimenopause merujuk pada periode waktu dari saat siklus menstruasi mulai berubah atau ketika mulai mengalami gejala menopause hingga satu tahun setelah periode menstruasi terakhir.
Selama periode inilah, hormon estrogen akan menurun dan memicu pada berbagai gejala, mulai dari sensasi panas (hot flashes), brain fog, kulit kering, hingga peningkatan iritabilitas.
Periode perimenopause dan menopause tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu dan berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 85% perempuan mengalami sensasi panas (hot flashes) sebagai gejala menopause yang paling umum. Untungnya, terdapat banyak cara untuk mengurangi sensasi panas tersebut, seperti melakukan manajemen stres, terapi pikiran dan tubuh, mengonsumsi isoflavon kedelai dan nutrisi seimbang, serta membatasi konsumsi alkohol dan kafein.
Namun, selain sensasi panas terdapat gejala menopause lainnya yang jarang disebutkan. Berikut adalah gejala menopause lainnya dan cara untuk mengatasi:
Apabila siklus menstruasi Anda semakin jarang maka Anda dapat mengalami pendarahan yang banyak. Saat Anda semakin mendekati menopause, Anda akan meulai memperhatikan jarak lebih dari 60 hari antara periode menstruasi. Namun, apabila Anda mengonsumsi pil KB atau IUD hormonal, Anda mungkin tidak akan merasakan perubahan pada siklus menstruasi. Perawatan ini dapat membantu mengatur siklus menstruasi Anda.
Sensasi ini bisa cukup ringan yang menyebabkan kulit Anda memerah atau cukup intens hingga menyebabkan keringat. terapi penggantian hormon adalah pengobatan pilihan untuk keringat malam. Anda juga dapat mengenakan piyama katun longgar dan perlengkapan tidur yang ringan. Penggunaan kipas angin atau AC di kamar tidur dapat membantu.
Selain itu, Anda harus menghindari alkohol dan kafein sebelum tidur karena keduanya memicu keringat malam. Obat resep paroxetine (Brisdelle) dan fezolinetant (Veozah) yang aman dapat digunakan untuk mengobati sensasi panas dan keringat malam yang parah akibat gejala menopause.
Produksi estrogen yang rendah dapat menyebabkan kekeringan vagina sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, hingga rasa terbakar. Pengobatan paling efektif adalah krim estrogen yang dioleskan secara topikal.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 40% perempuan mengalami gejala perubahan suasana hati selama perimenopause yang mirip dengan PMS, seperti cepat marah, energi rendah, kesedihan, dan kesulitan berkonsentrasi. Namun, gejala-gejala tersebut tidak muncul sesuai jadwal yang dapat diprediksi. Untuk mengatasi gejala ini, Anda dapat melakukan olahraga teratur dan tidur cukup.
Beberapa perempuan kerap melaporkan keluhan tentang daya ingat selama transisi menopause. Kabar baiknya adalah bahwa gejala kabut otak ini akan membaik setelah melewati menopause. Anda dapat membantu meminimalkan kabut otak dengan tidur yang cukup, olahraga teratur, dan menerapkan teknik mindfulness, seperti meditasi sederhana.
Gejala ini disebabkan kadar estrogen yang rendah sehingga menipiskan lapisan kandung kemih dan menyebabkan frekuensi dan rasa ingin buang air kecil yang mendesak. Untuk menangani gejala ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai estrogen vagina.
Menurut sebuah studi, sebanyak 70% perempuan melaporkan masalah tidur ketika mereka mengalami menopause dengan keluhan paling sering adalah terbangun di malam hari. Untuk menangani gejala ini, Anda dapat menerapkan kebiasaan tidur yang baik. Selain itu, beberapa perempuan juga dapat mengonsumsi progesteron di malam hari untuk meningkatkan kualitas tidur.
Sebanyak 6%-70% perempuan mengalami peningkatan berat badan selama menopause karena hilangnya massa otot secara alami. Kadar estrogen yang rendah juga membuat Anda lebih mungkin mengalami peningkatan berat badan di sekitar perut dibandingkan dengan paha dan pinggul.
Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa diet ala Mediterania, yaitu diet dengan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lemak sehat, dapat membantu mencegah penambahan berat badan selama menopause. Anda juga dapat berolahraga secara teratur dan menerapkan gaya hidup sehat.
Kadar estrogen yang rendah dapat membuat seluruh tubuh menjadi lebih kering dan menyebabkan kulit kurang mampu menahan air. Anda dapat beralih ke pembersih yang lembut dan mengoleskan pelembap setelah selesai mandi. Anda dapat mencari pelembap yang mengandung bahan-bahan menghidrasi, seperti asam hialuronat atau gliserin. Pastikan Anda juga menggunakan tabir surya setiap kali berada di luar ruangan. (Harvard Health Publishing/Jean Hailes for Women’s Health/Z-2)
Simak panduan diet terbaik untuk menyeimbangkan hormon, mengatasi perut buncit, dan meredakan gejala perimenopause.
Perimenopause bukan hanya soal berhenti haid. Kenali gejala kecemasan, brain fog, dan perubahan fisik yang kini menyerang wanita mulai usia 35 tahun.
Peri, perangkat wearable non-invasif berbasis AI, hadir di CES 2026 untuk memantau gejala perimenopause seperti hot flashes, kecemasan, dan pola tidur perempuan.
Perempuan asal Ohio ini kira pendarahan selama tiga bulan yang dialami gejala perimenopause. Ternyata didiagnose kanker serviks stadium 3.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved