Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Bukti Geometri Tertua di Dunia Ditemukan pada Cangkang Telur Burung Unta Berusia 60.000 Tahun

Nadhira Izzati A
23/3/2026 14:14
Bukti Geometri Tertua di Dunia Ditemukan pada Cangkang Telur Burung Unta Berusia 60.000 Tahun
Pecahan cangkang telur burung unta yang telah diiris.(University of Bologna)

PENEMUAN arkeologis terbaru di wilayah Afrika Selatan dan Namibia memberikan pandangan baru yang mengejutkan mengenai kemampuan kognitif manusia purba. Ratusan fragmen cangkang telur burung unta kuno yang ditemukan di berbagai situs penggalian menunjukkan adanya pola ukiran yang bukan sekadar coretan acak atau dekorasi semata. 

Melalui studi mendalam yang dipimpin para ilmuwan dari Universitas Bologna, terungkap ukiran-ukiran tersebut mengikuti prinsip-prinsip geometri yang konsisten dan terstruktur secara hati-hati. Hal itu menandakan adanya kemampuan berpikir abstrak yang jauh lebih maju dari yang diperkirakan sebelumnya.

Pola Kompleks dan Perencanaan Visual yang Matang

Cangkang telur burung unta ini diduga kuat berfungsi sebagai wadah air bagi kelompok Homo sapiens yang hidup lebih dari 60.000 tahun lalu. Tim peneliti melakukan analisis kuantitatif terhadap 112 fragmen yang ditemukan di situs Diepkloof, Klipdrift, dan Apollo 11 dengan menggunakan teknik statistik untuk merekonstruksi sudut, arah garis, dan tata letak spasial. 

Hasilnya menunjukkan lebih dari 80% desain mengandung organisasi spasial yang koheren, mulai dari penggunaan sudut siku-siku, garis paralel, hingga motif kisi dan berlian yang rumit. Penemuan ini mencerminkan penguasaan operasi mental tingkat lanjut seperti rotasi, translasi, dan pengulangan sistematis.

Silvia Ferrara, Profesor di Departemen Filologi Klasik dan Studi Italia Universitas Bologna yang mengoordinasi studi ini, menjelaskan temuan ini melampaui sekadar estetika. 

"Tanda-tanda ini mengungkapkan cara berpikir geometris yang sangat terstruktur. Kita sedang berbicara tentang orang-orang yang tidak sekadar menggambar garis, tetapi mengaturnya menurut prinsip-prinsip yang berulang, paralelisme, kisi-kisi, rotasi, dan pengulangan sistematis, sebuah embrio tata bahasa visual." Hal ini menunjukkan adanya perencanaan visuo-spasial di mana sang pembuat sudah memiliki gambaran utuh tentang figur tersebut di dalam pikirannya sebelum mulai mengukir.

Implikasi Terhadap Evolusi Kognitif Manusia

Meskipun makna simbolis di balik tanda-tanda tersebut masih menjadi misteri, signifikansi sebenarnya terletak pada kemampuan mental yang dibutuhkan untuk menciptakannya. Kemampuan untuk mengatur elemen visual menurut sistem yang stabil dan berbasis aturan dianggap sebagai ciri utama dari pemikiran abstrak, sebuah tonggak penting dalam evolusi kognitif manusia. 

Transformasi bentuk sederhana menjadi sistem kompleks yang mengikuti aturan tertentu merupakan sifat mendalam manusia yang telah mencirikan sejarah kita selama ribuan tahun, mulai dari penciptaan dekorasi hingga pengembangan sistem simbolis dan akhirnya tulisan.

Valentina Decembrini, mahasiswa doktoral sekaligus penulis utama studi ini, menambahkan perspektif mengenai kapasitas intelektual manusia prasejarah tersebut.

"Analisis kami menunjukkan Homo sapiens 60.000 tahun yang lalu sudah memiliki kemampuan luar biasa untuk mengatur ruang visual menurut prinsip-prinsip abstrak. Mengubah bentuk sederhana menjadi sistem yang kompleks dengan mengikuti aturan yang jelas adalah sifat manusiawi yang mendalam, yang telah mencirikan sejarah kita selama ribuan tahun, mulai dari penciptaan dekorasi hingga pengembangan sistem simbolis dan, pada akhirnya, tulisan."

Struktur Kognitif di Balik Ukiran Purba

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One ini mengidentifikasi variabel geometri yang konsisten, para ilmuwan kini dapat melihat adanya "tata bahasa visual" yang menjadi fondasi bagi cara manusia berkomunikasi melalui simbol. 

Meskipun kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk menanyakan tujuan asli dari pola-pola tersebut, bukti statistik mengenai keteraturan spasial ini memberikan landasan kuat bagi hipotesis bahwa struktur kognitif manusia untuk memahami geometri sudah terbentuk jauh sebelum peradaban modern dimulai. (Gizmodo/SciTechDaily/Smithsonian Magazine/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya