Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk terlibat dalam berbagai kolaborasi internasional yang berkaitan dengan eksplorasi antariksa, termasuk misi penelitian ke Bulan. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas riset nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan global.
Para peneliti di lingkungan BRIN menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam misi antariksa tidak selalu berbentuk pengiriman astronaut atau pembangunan wahana antariksa secara mandiri. Sebaliknya, kontribusi dapat dilakukan melalui penelitian ilmiah, pengembangan instrumen pengamatan, analisis data antariksa, hingga pengembangan teknologi pendukung eksplorasi planet.
Menurut BRIN, kolaborasi internasional menjadi kunci dalam pengembangan riset antariksa modern. Banyak proyek eksplorasi Bulan saat ini melibatkan berbagai negara yang bekerja sama dalam pengembangan teknologi, penelitian geologi Bulan, serta pengumpulan data ilmiah dari permukaan satelit alami Bumi tersebut.
Melalui berbagai skema kerja sama global, peneliti Indonesia berpeluang berpartisipasi dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan eksplorasi Bulan. Bentuk kolaborasi ini dapat meliputi pengembangan instrumen ilmiah untuk misi antariksa, penelitian astrofisika, hingga analisis sampel dan data yang dihasilkan dari misi eksplorasi internasional.
BRIN juga mengembangkan berbagai program pendanaan dan kolaborasi riset yang memungkinkan para peneliti Indonesia bekerja sama dengan mitra dari luar negeri. Skema tersebut menggunakan pendekatan co-funding, di mana pendanaan riset diberikan secara bersama oleh lembaga penelitian dari Indonesia dan negara mitra. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas jaringan kolaborasi ilmiah serta mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.k
Selain itu, penguatan infrastruktur riset antariksa di dalam negeri juga menjadi bagian penting dari strategi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ini. BRIN menilai bahwa peningkatan kapasitas penelitian, pemanfaatan data internasional, serta pengembangan fasilitas riset akan membuka lebih banyak peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam proyek eksplorasi antariksa skala global.
Para peneliti berharap keterlibatan Indonesia dalam kolaborasi internasional di bidang antariksa dapat mendorong lahirnya inovasi baru serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Dengan dukungan kerja sama lintas negara, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi dalam berbagai misi ilmiah masa depan, termasuk penelitian yang berkaitan dengan eksplorasi Bulan. (BRIN/P-3)
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
Harapan melihat manusia kembali ke Bulan bulan depan terancam tertunda. NASA temukan gangguan aliran helium pada roket Artemis II.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Uji pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II terpaksa dihentikan akibat kebocoran hidrogen yang serupa dengan misi sebelumnya.
NASA menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026 setelah ditemukan kebocoran hidrogen cair saat uji coba. Simak jadwal terbaru dan tantangannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved