Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBISI umat manusia untuk kembali ke Bulan harus tertunda setidaknya empat minggu lagi. NASA secara resmi mengumumkan pengunduran jadwal peluncuran misi Artemis II yang semula ditargetkan pada 8 Februari, kini bergeser ke bulan Maret sebagai peluang paling awal.
Keputusan ini diambil setelah tim teknisi menghadapi serangkaian kendala selama tahap kritis wet dress rehearsal (uji coba pengisian bahan bakar) yang berlangsung selama dua hari di Kennedy Space Center (KSC), Florida. Masalah yang muncul pun terasa familiar, menyerupai kendala teknis yang sempat menghambat misi Artemis I pada 2022.
Fokus utama dari penundaan ini adalah kebocoran hidrogen cair (LH2) yang terdeteksi saat proses pengisian tangki roket Space Launch System (SLS) pada Senin (2/2). Meskipun tim sempat mencoba memperbaiki segel dengan menyesuaikan aliran suhu, tingkat kebocoran kembali melonjak saat hitung mundur simulasi menyisakan waktu lima menit.
Kebocoran ini terjadi pada bagian antarmuka yang menyalurkan propelan dari menara peluncuran seluler ke inti roket. Masalah serupa merupakan "penyakit lama" yang sebelumnya menyebabkan Artemis I mengalami penundaan berbulan-bulan.
"Insinyur berhasil melewati beberapa tantangan selama tes dua hari tersebut dan memenuhi banyak tujuan yang direncanakan," ungkap pejabat NASA dalam pernyataan resmi pada Selasa (3/2) pagi. "Untuk memungkinkan tim meninjau data dan melakukan wet dress rehearsal kedua, NASA kini menargetkan Maret sebagai peluang peluncuran paling awal."
Selain masalah bahan bakar, uji coba tersebut mengungkap gangguan pada sistem komunikasi audio yang sempat terputus beberapa kali. Selain itu, katup yang terkait dengan sistem tekanan palka modul kru Orion memerlukan penanganan tambahan karena proses penutupan yang memakan waktu lebih lama dari jadwal.
Akibat penundaan ini, empat astronot yang akan mengawaki misi tersebut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, telah diperbolehkan keluar dari masa karantina di Houston. Mereka dijadwalkan kembali menjalani karantina dua minggu sebelum tanggal peluncuran baru ditetapkan.
NASA telah memetakan beberapa jendela peluncuran potensial pada bulan Maret mendatang, yakni pada tanggal 6-9 Maret dan 11 Maret. Jika target tersebut kembali meleset, peluang berikutnya baru akan terbuka pada awal April.
Misi Artemis II merupakan tonggak sejarah penting bagi peradaban modern. Ini akan menjadi pertama kalinya manusia melakukan perjalanan melintasi orbit rendah Bumi menuju Bulan sejak berakhirnya misi Apollo 17 pada Desember 1972. Meski hanya berupa perjalanan mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi (tanpa pendaratan), misi ini adalah fondasi bagi pendaratan manusia di masa depan. (Space/Z-2)
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan.
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
NASA telah merilis laporan temuan dari Tim Investigasi mengenai Uji Penerbangan Berawak Boeing CST-100 Starliner.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
NASA melalui observatorium Chandra dan teleskop James Webb menemukan protocluster galaksi purba JADES-ID1 yang terbentuk sangat awal, menantang teori pembentukan struktur alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved