Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BEASISWA Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) disebut sebagai salah satu cara pemerintah melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air. Namun, pemberian beasiswa LPDP disebut harus dilakukan lewat seleksi yang lebih ketat, mengingat maraknya kasus awardee atau penerima beasiswa LPDP yang melakukan pelanggaran usai program kuliah rampung.
"LPDP itu instrumen pemerintah untuk meningkatkan SDM, supaya ketika mereka (penerima beasiswa) kembali ke negara, dia bisa meningkatkan nilai tambah juga (berdampak ke industri dan masyarakat)," kata pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, Selesa, (24/2).
Timboel mengatakan, pemerintah harus melakukan seleksi yang lebih ketat dan meminta komitmen kuat calon peserta. "Bagaimana semangat untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia. Jadi memang pentingnya, proses seleksi yang lebih ketat," kata Timboel.
Selain itu, ia menilai harus ada upaya lebih nyata dari pemerintah dalam upaya pembukaan lapangan kerja atau pun dukungan riset di dalam negeri bagi para penerima beasiswa yang sudah menyelesaikan studinya di luar negeri dan kembali ke Indonesia.
Itu dibutuhkan agar penerima beasiswa LPDP dapat langsung memberikan dampak dari edukasi mereka, seiring dengan misi untuk memajukan industri, pengetahuan dan perekonomian Indonesia.
"Ini juga harus terpikirkan oleh pemerintah, supaya apa yang dipelajari bisa dikembangkan, bisa ditingkatkan kualitasnya di Indonesia, sehingga Indonesia lebih maju, misalnya dari industrinya, (pengembangan) manufaktur, dan lainnya," ujar Timboel.
Sebelumnya, polemik perihal beasiswa LPDP muncul ke permukaan usai pernyataan seseorang bernama Dwi Sasetyaningtyas (DS) yang merupakan penerima beasiswa LPDP terkait status WNI dirinya dan sang anak. Pernyataan DS dinilai sebagai hal yang tak seharusnya dikeluarkan mengingat ia dan sang suami ternyata merupakan penerima beasiswa LPDP, yang merupakan beasiswa dari uang pajak rakyat.
Isu tersebut semakin memanas setelah diketahui bahwa ternyata suami DS belum melakukan kewajibannya kembali dan mengabdi di Tanah Air usai menyelesaikan kuliahnya.
Akibatnya, suami DS diminta untuk mengembalikan seluruh biaya kuliah yang telah dikeluarkan pemerintah lewat LPDP. (Ant/H-3)
Mengapa polemik LPDP memicu kemarahan publik? Simak fakta terbaru soal 44 alumni wanprestasi, sanksi pengembalian dana, hingga kritik tajam Menkeu.
ANGGOTA Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly mengatakan, pelanggaran yang dilakukan para penerima beasiswa LPDP merupakan alarm serius agar pemerintah melakukan pembenahan.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Simak kronologi lengkap kasus Dwi Sasetyaningtyas, alumni LPDP yang viral karena konten "Cukup Saya WNI" hingga berujung sanksi blacklist permanen.
Pengamat soroti polemik mantan penerima beasiswa LPDP. Simak analisis mengenai celah aturan, dilema karier, dan urgensi perencanaan tenaga kerja nasional.
Mengapa polemik LPDP memicu kemarahan publik? Simak fakta terbaru soal 44 alumni wanprestasi, sanksi pengembalian dana, hingga kritik tajam Menkeu.
ANGGOTA Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly mengatakan, pelanggaran yang dilakukan para penerima beasiswa LPDP merupakan alarm serius agar pemerintah melakukan pembenahan.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Isu viral terkait DS, penerima beasiswa LPDP, yang memperlihatkan paspor Inggris anaknya, memicu polemik. Suaminya AP, belum selesai masa pengabdian, siap kembalikan dana beasiswa.
Simak kronologi lengkap kasus Dwi Sasetyaningtyas, alumni LPDP yang viral karena konten "Cukup Saya WNI" hingga berujung sanksi blacklist permanen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved