Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DITUNJUKNYA Mayjen TNI (Purn) dr Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031 diharapkan memberikan ketegasan untuk menyelesaikan masalah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, berharap Dirut BPJS baru lebih berkomunikasi dengan kementerian, lembaga, dan masyarakat perihal masalah program JKN, terutama dalam hal proses kepesertaan, proses pelayanan dan manfaat serta pembiayaan yang sedang terancam defisit.
"Tugas Pak Dirut Prihati Pujowaskito untuk juga bisa membangun kolaborasi komunikasi dengan kementerian lembaga tersebut," kata Timboel saat dihubungi, Sabtu (21/2).
Ia mencontohkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan sebagai dua institusi yang bertanggung jawab langsung ke presiden harus bersinergi dan berkolaborasi sehingga antara menteri kesehatan dan Dirut BPJS Kesehatan bisa bekerja sama membangun JKN yang lebih baik dari sisi regulasi, penganggaran dan sebagainya.
Demikian juga dengan Kementerian Sosial (Kemensos) tentang masalah penonaktifan PBI-JK. Kemensos harus lebih pasti dalam melakukan pemuktahiran data sehingga tidak menjadi persoalan dalam pelayanan JKN.
"Hal yang sama juga pada fasilitas kesehatan (faskes). Dirut BPJS baru juga harus membangun faskes yang lebih baik dengan komunikasi yang lebih baik sehingga bisa lebih memastikan tidak terjadi fraud dilakukan oleh faskes," ujar dia.
Dengan begitu tidak ada lagi rumah sakit yang diputus kerja sama dan semua rumah sakit bisa melayani masyarakat Indonesia.
"Kami memandang kalaupun sebagai latar belakang militer, tentunya punya hal yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan ketegasan dalam menjalankan regulasi dan menjalankan fungsi-fungsi yang memang diamanatkan dalam undang-undang BPJS," ungkapmya.
Menurutnya dirut baru yang berlatar belakang militer punya nilai tambah tentang ketegasan dan jejaringnya, membangun kolaborasi dan kemudian juga ada ketegasan yang bisa dikerjasamakan dengan para penegak hukum. (H-4)
BPJS Watch harap Dirut baru BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito tegas, perkuat komunikasi-kolaborasi, benahi JKN yang bermasalah & defisit.
MAYJEN TNI (Purn) Prihati Pujowaskito resmi menjabat Direktur Utama BPJS Kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, berharap direktur yang baru berani membenahi pelayanan kesehatan
MAYJEN TNI (Purn) Prihati Pujowaskito secara resmi telah ditunjuk sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan oleh Presiden Prabowo Subianto. Berikut Profil pimpinan BPJS Kesehatan yang baru.
bpjs watch mengatakan dinsos dan kemensos perlu melakukan aktivasi peserta BPJS Kesehatan PBI yang dinonaktifkan
BPJS Watch menuding Panitia Seleksi BPJS 2025 melanggar aturan terkait independensi dan batasan politik calon pengurus.
Pemerintah belum menetapkan pembiayaan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan rencana tersebut masih digodok oleh kementerian dan lembaga.
pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang baru akan dilakukan jika pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen dinilai tidak tepat
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar menekankan jika rumah sakit menolak menggunakan BPJS Kesehatan dari pasien, itu menjadi fraud yang akut di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved