Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN kasus diabetes pada anak menjadi perhatian serius. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023 mencatat peningkatan kasus diabetes anak hingga 70 kali lipat dibandingkan tahun 2010.
Situasi ini mendorong mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBI KKG) bersama Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMAJI) mengambil langkah edukatif melalui kampanye kesehatan #ManisSecukupnya.
Kampanye yang diinisiasi Clarissa Yomiko dan Hendi ini menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi digital. Media utamanya berupa booklet interaktif yang dipadukan dengan jingle dan permainan Augmented Reality (AR). Pelajar dapat mengakses konten cukup dengan memindai QR Code melalui ponsel, tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.
Booklet tersebut merupakan karya orisinal Clarissa dan Hendi yang disusun sekaligus diilustrasikan secara mandiri, serta telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tak hanya berisi materi edukasi, booklet juga menyediakan kalkulator Indeks Massa Tubuh (IMT) hasil kolaborasi dengan Wicaksana, mahasiswa STTI Tanjungpinang. Fitur ini dapat diakses via QR Code dengan rujukan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
“Kami ingin menyampaikan edukasi yang relevan, ringan, dan tidak terkesan menggurui. Pesan kesehatan perlu dikemas kreatif agar benar-benar nyantol dan bisa dipraktikkan oleh digital native,” ujar Clarissa Yomiko.
Senada, Hendi menegaskan kampanye ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa melalui jalur preventif.
“Kami memilih fokus di hulu: edukasi pencegahan. Harapannya, media ini bisa dipakai berkelanjutan oleh institusi pendidikan maupun kesehatan untuk menyebarkan pesan #ManisSecukupnya,” katanya.
Puncak kampanye digelar di kampus IBI KKG pada 15 Januari 2026 melalui agenda peluncuran booklet interaktif. Kegiatan ini dibuka sekaligus diresmikan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea, yang mengapresiasi inisiatif lintas disiplin tersebut.
“Saya mengapresiasi gerakan mahasiswa Ilmu Komunikasi ini. Meski bukan dari rumpun kesehatan, mereka membuktikan kontribusi untuk isu kesehatan masyarakat bisa datang dari berbagai sektor. Kolaborasi seperti ini penting dan patut dicontoh,” ungkap Murniasi.
Dari sisi validitas, materi dalam booklet telah melewati proses verifikasi oleh tim ahli, di antaranya Lydia Linggawaty, Angelin Yuvensia, (Klinik Previ Utama); Ika Dewi Subandiyah, serta Lisbet Juni V Marpaung (Sudinkes Jakarta Utara). Rangkaian program kampanye juga mencakup EduTalk dan layanan cek gula darah gratis bekerja sama dengan Gading Pluit Hospital.
Usai berjalan di lingkungan kampus, kampanye berlanjut melalui program Goes to School ke SMAN 72 Jakarta Utara, Ekayana Dharma Budhi Bhakti School, dan SMA Santo Lukas 1. Melalui sesi edukasi dan pemeriksaan gula darah, ratusan pelajar menunjukkan antusiasme, sekaligus mulai memahami langkah pencegahan terhadap risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).
Masyarakat dapat mengakses informasi dan mencoba pengalaman edukasi digital kampanye ini melalui Instagram @campaign.ilkom atau tautan simplebooklet.com/e-booklet-ms-26.
Kolaborasi mahasiswa, institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga media dalam kampanye ini menjadi bentuk dukungan terhadap SDGs Pilar 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Dengan menyasar pelajar secara langsung, #ManisSecukupnya menargetkan tumbuhnya kesadaran pola hidup sehat untuk kualitas generasi muda yang lebih baik. (Z-10)
Banyak relawan dan donatur mengirim makanan instan dalam jumlah besar karena dianggap praktis. Namun, jika berlangsung terlalu lama, makanan instan justru dapat berdampak buruk
Tim kesehatan IDAI Sumatra Utara telah memberikan layanan kepada ribuan anak di berbagai wilayah terdampak banjir, termasuk Kabupaten Langkat, Aceh Tamiang
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan surat terbuka dan keprihatinan mendalam akibat maraknya kasus keracunan MBG. IDAI meminta agar SPPG, tersertifikasi.
KETUA Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Piprim Basarah Yanuarso menyayangkan banyaknya laporan kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Acara ini menegaskan komitmen para tenaga kesehatan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi
Penyakit Kawasaki sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua karena gejalanya yang menyerupai infeksi biasa namun memiliki dampak fatal
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
IDAI menganjurkan masyarakat untuk segera mandi air hangat setelah kehujanan, terutama bagi anak-anak yang terpapar hujan, genangan air, atau banjir.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved