Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI belajar mengaji berbasis kecerdasan buatan, Ngaji.ai, resmi memperkenalkan rangkaian fitur terbaru menyambut bulan suci Ramadan. Inovasi yang dihadirkan oleh Vokal.ai ini mentransformasi aplikasi tersebut menjadi asisten ibadah harian yang komprehensif guna membantu pengguna tetap konsisten di tengah kesibukan.
COO Vokal.ai, Vanya Sunanto, menegaskan bahwa kehadiran fitur-fitur ini bertujuan untuk memfasilitasi niat ibadah pengguna agar lebih berkelanjutan.
"Kalau misalnya kita sudah punya niat, insya Allah dengan adanya Ngaji.ai niat itu akan dimudahkan sehingga jadi lebih konsisten dan akan berkelanjutan ke depannya," ungkap Vanya dalam konferensi pers di Jakarta.
Ngaji.ai kini memperluas jangkauannya melampaui pembelajaran tajwid dengan menghadirkan fitur-fitur pendukung aktivitas Muslim sehari-hari:
"Misalnya di hari pertama kita bisa lihat bacaan apa yang bisa kita baca, doa yang bisa kita doakan dan ada challenge-nya, mungkin misalnya hari ini coba tuliskan apa yang bikin kita bersyukur kepada Allah," jelas Vanya menggambarkan cara kerja fitur Ikhtiar.
Fitur utama Ngaji.ai tetap bertumpu pada platform belajar mengaji yang didukung oleh Artificial Intelligence. Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan 30 ribu jam data pelafalan Al-Quran orang Indonesia.
Hal ini membuat AI di aplikasi ini mampu memberikan koreksi yang sangat akurat dan relevan dengan karakteristik vokal masyarakat lokal.
Proses belajar disusun secara sistematis melalui 16 materi dan dua tahap ujian yang telah divalidasi oleh pakar serta lembaga kompeten. Menariknya, aplikasi ini menerapkan standar penilaian yang ketat untuk mengukur kemajuan pengguna:
"Setiap pelajaran itu selesai akan keliatan dari materi ini berapa persen, materi berikutnya berapa persen," pungkas Vanya.
Dengan kombinasi fitur asisten ibadah dan teknologi koreksi suara yang canggih, Ngaji.ai diposisikan sebagai solusi digital bagi umat Muslim untuk meraih ibadah yang lebih berkualitas dan terukur. (Ant/Z-1)
Lonjakan kebutuhan bandwidth interkoneksi data bukan cuma menyangkut pengguna, namun juga korporasi, serta sarana penghubung antar pusat data.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Peneliti Universitas Notre Dame temukan kecerdasan umum tidak terletak pada satu wilayah otak saja, melainkan hasil koordinasi seluruh jaringan saraf.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Google menghadirkan pembaruan pada Google Gemini sebagai asisten AI pribadi yang bukan hanya responsif, tetapi juga proaktif.
PEMANFAATAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI dinilai mampu mendukung tenaga medis dalam mengidentifikasi kanker paru sejak tahap awal
Berawal sebagai aplikasi belajar mengaji, ngaji.ai kini bertransformasi menjadi pendamping ibadah harian yang selalu ada dalam genggaman.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
Salah satu fitur unggulannya adalah perencanaan khatam Al-Qur’an, pengguna akan mendapatkan pengingat otomatis agar ibadah mengajinya tetap konsisten
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved