Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Mensos Ungkap Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terjangkau PBI JK

Ficky Ramadhan
09/2/2026 14:17
Mensos Ungkap Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terjangkau PBI JK
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul(Dok.MI)

MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan masih ada puluhan juta masyarakat miskin belum terjangkau bantuan program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI JK. Itu terkait penonaktifan peserta BPJS Kesehatan segmen tersebut. 

Sementara itu, berdasarkan temuan Kemensos, sebagian justru terdaftar dalam PBI JK merupakan masyarakat yang mampu membayar. 

Gus Ipul menyebutkan, sekitar 54 juta penduduk miskin belum menerima manfaat PBI JK. Di sisi lain, kurang lebih 15 juta orang yang masuk kategori mampu justru masih terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut.

"Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masih ada penduduk desil 1 dan 5 yang belum menerima PBI JK, sementara sebagian desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima," ujar Gus Ipul di dalam rapat bersama DPR RI, Senin (9/2).

Ia menjelaskan kelompok masyarakat desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar. Jumlahnya 54 juta jiwa lebih. Sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih.

Ia menjelaskan, data tersebut merupakan hasil pemutakhiran pada 2025. Karena itu, Kementerian Sosial mulai menggunakan pembagian desil sebagai dasar untuk memperbaiki ketepatan penyaluran bantuan PBI JK.

"Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah telah melakukan pengalihan kepesertaan PBI JK secara bertahap sejak Mei 2025 hingga Januari 2026. Langkah ini dinilai mampu menekan tingkat inclusion error dan exclusion error secara signifikan. Exclusion error merujuk pada kondisi masyarakat yang seharusnya menerima PBI namun belum terdaftar, sedangkan inclusion eror adalah sebaliknya, yakni mereka yang tidak berhak tetapi masih menerima bantuan.

"Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, eror-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK," tuturnya. (H-4)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya