Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 200 alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang tergabung dalam organisasi Mata Garuda, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Sabtu (7/2). Kunjungan ini diterima langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, dan turut didampingi oleh jajaran Direksi LPDP.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Mata Garuda LPDP Leadership Forum (MGLF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 5–8 Februari 2026. Mengusung tema "Bersatu dalam Gagasan & Bergerak untuk Pengabdian", forum ini menghadirkan perwakilan alumni dari seluruh provinsi di Indonesia (Sabang sampai Merauke) serta lulusan dari berbagai perguruan tinggi terbaik, baik nasional maupun internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan pentingnya peran alumni LPDP sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang telah dibiayai oleh negara. Ia mengingatkan agar para alumni tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan perlu berjejaring dan membangun kolaborasi konkret untuk berdampak bagi bangsa dan negara.
"Mata Garuda harus menjadi wadah untuk memperbanyak kawan dan membangun kolaborasi demi berkontribusi bagi Indonesia," ujar Teddy di hadapan para alumni.
Lebih lanjut, Seskab menegaskan posisi strategis alumni LPDP dalam ekosistem pembangunan nasional. Ia mengajak seluruh alumni untuk bersikap konstruktif, menjaga solidaritas, dan senantiasa mendukung program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
"Alumni LPDP adalah bagian dari SDM unggul yang dibiayai negara. Oleh karena itu, saya mengajak rekan-rekan untuk bersikap konstruktif dan solid dalam mengawal kebijakan pemerintah demi kebaikan Indonesia di masa depan," tegasnya.
Ketua Umum Mata Garuda LPDP, Wahyu Bagus Yuliantok, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekretaris Kabinet yang telah meluangkan waktu untuk berdialog serta memberikan arahan strategis kepada para pengurus Mata Garuda pusat, daerah, hingga internasional.
"Arahan dari Bapak Seskab menjadi energi baru bagi kami. Kami berharap ke depannya Mata Garuda dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun negara, menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata di tengah masyarakat," ungkap Bagus.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto, turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar Sekretaris Kabinet terhadap pengembangan talenta Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian Bapak Sekretaris Kabinet kepada bibit-bibit unggul Indonesia yang dipersiapkan melalui program beasiswa LPDP. Dukungan ini sangat berarti untuk memastikan keberlanjutan kontribusi alumni bagi bangsa," tutur Sudarto.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah dan para intelektual muda Indonesia untuk bersama-sama mengakselerasi kemajuan bangsa menuju visi Indonesia Emas.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
Rissalwan Habdy Lubis menanggapi kasus viral alumni LPDP cukup saya WNI, anak jangan. Ia mengatakan masyarakat harus memahami bahwa beasiswa LPDP merupakan investasi negara.
LPDP merupakan dana publik yang bersumber dari pajak rakyat Indonesia dan dikelola sebagai dana abadi pendidikan untuk membiayai generasi penerus bangsa.
Mengapa polemik LPDP memicu kemarahan publik? Simak fakta terbaru soal 44 alumni wanprestasi, sanksi pengembalian dana, hingga kritik tajam Menkeu.
ANGGOTA Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly mengatakan, pelanggaran yang dilakukan para penerima beasiswa LPDP merupakan alarm serius agar pemerintah melakukan pembenahan.
Pemberian beasiswa LPDP disebut harus dilakukan lewat seleksi yang lebih ketat, mengingat maraknya kasus awardee atau penerima beasiswa LPDP yang melakukan pelanggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved