Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA pendidikan Indonesia berduka. Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar berinisial YBS, 10, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya di sebuah pohon cengkeh di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (29/1) ini menjadi sorotan nasional pada Selasa (3/2). YBS diduga nekat melakukan aksi tersebut karena depresi setelah permintaannya untuk membeli buku tulis dan pulpen ditolak oleh ibunya akibat kesulitan ekonomi.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit, tetapi bunuh diri bukan solusi. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala depresi atau kecenderungan bunuh diri, segera hubungi layanan kesehatan mental atau keluarga dan teman terdekat.
Berdasarkan keterangan saksi dan pihak kepolisian, sehari sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, sang ibu terpaksa menolak karena tidak memiliki uang sama sekali.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E. Pissort, mengonfirmasi bahwa polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban di sekitar lokasi kejadian. Surat tersebut ditulis dalam bahasa Ngada yang ditujukan kepada ibunya.
"Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu, Mama relakan saya pergi, jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal Mama," demikian bunyi terjemahan surat wasiat tersebut yang dilengkapi dengan gambar anak yang sedang menangis.
Tragedi ini memantik kritik tajam dari pengamat politik, Rocky Gerung. Ia menyebut peristiwa di Ngada sebagai tamparan bagi pemerintah yang sering membanggakan angka pertumbuhan ekonomi di forum internasional.
"Buku tulis adalah hak dia yang seharusnya disediakan oleh negara. Ada yang salah dengan kebijakan pemerintah dalam memastikan keadilan sosial. Ini adalah bukti kegagalan negara hadir di tingkat akar rumput," tegas Rocky dalam keterangannya, Selasa (3/2).
Senada dengan itu, jurnalis senior Hersubeno Arief menyoroti kondisi fiskal daerah di NTT yang kian memprihatinkan. Menurutnya, banyak pemerintah daerah kesulitan menangani persoalan sosial akibat pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat.
Kondisi keluarga YBS dilaporkan sangat memprihatinkan. Korban tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun di sebuah pondok. Ayahnya meninggal sejak ia masih dalam kandungan, sementara ibunya harus berjuang menghidupi lima orang anak sendirian.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Ngada masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini, meskipun dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri akibat tekanan mental dan ekonomi.
| Detail Kejadian | Informasi |
|---|---|
| Identitas Korban | YBS (10), Siswa Kelas IV SD |
| Lokasi | Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT |
| Pemicu Utama | Tidak mampu membeli buku tulis & pulpen |
| Status Kasus | Penyelidikan Polres Ngada |
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved