Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Siswa SD di Ngada NTT Akhiri Hidup karena tak Mampu Beli Buku dan Pulpen

Media Indonesia
03/2/2026 19:37
Siswa SD di Ngada NTT Akhiri Hidup karena tak Mampu Beli Buku dan Pulpen
Ilustrasi(Dok freepik )

DUNIA pendidikan Indonesia berduka. Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar berinisial YBS, 10, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya di sebuah pohon cengkeh di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (29/1) ini menjadi sorotan nasional pada Selasa (3/2). YBS diduga nekat melakukan aksi tersebut karena depresi setelah permintaannya untuk membeli buku tulis dan pulpen ditolak oleh ibunya akibat kesulitan ekonomi.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit, tetapi bunuh diri bukan solusi. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala depresi atau kecenderungan bunuh diri, segera hubungi layanan kesehatan mental atau keluarga dan teman terdekat.

Kronologi dan Temuan Surat Wasiat

Berdasarkan keterangan saksi dan pihak kepolisian, sehari sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, sang ibu terpaksa menolak karena tidak memiliki uang sama sekali.

Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E. Pissort, mengonfirmasi bahwa polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban di sekitar lokasi kejadian. Surat tersebut ditulis dalam bahasa Ngada yang ditujukan kepada ibunya.

"Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu, Mama relakan saya pergi, jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal Mama," demikian bunyi terjemahan surat wasiat tersebut yang dilengkapi dengan gambar anak yang sedang menangis.

Kegagalan Hak Dasar Pendidikan

Tragedi ini memantik kritik tajam dari pengamat politik, Rocky Gerung. Ia menyebut peristiwa di Ngada sebagai tamparan bagi pemerintah yang sering membanggakan angka pertumbuhan ekonomi di forum internasional.

"Buku tulis adalah hak dia yang seharusnya disediakan oleh negara. Ada yang salah dengan kebijakan pemerintah dalam memastikan keadilan sosial. Ini adalah bukti kegagalan negara hadir di tingkat akar rumput," tegas Rocky dalam keterangannya, Selasa (3/2).

Senada dengan itu, jurnalis senior Hersubeno Arief menyoroti kondisi fiskal daerah di NTT yang kian memprihatinkan. Menurutnya, banyak pemerintah daerah kesulitan menangani persoalan sosial akibat pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat.

Potret Kemiskinan Ekstrem

Kondisi keluarga YBS dilaporkan sangat memprihatinkan. Korban tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun di sebuah pondok. Ayahnya meninggal sejak ia masih dalam kandungan, sementara ibunya harus berjuang menghidupi lima orang anak sendirian.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Ngada masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini, meskipun dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri akibat tekanan mental dan ekonomi.

Detail Kejadian Informasi
Identitas Korban YBS (10), Siswa Kelas IV SD
Lokasi Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT
Pemicu Utama Tidak mampu membeli buku tulis & pulpen
Status Kasus Penyelidikan Polres Ngada



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya