Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dokter Anjurkan Langsung Mandi Air Hangat setelah Kehujanan, Ini Alasannya!

 Gana Buana
31/1/2026 10:58
Dokter Anjurkan Langsung Mandi Air Hangat setelah Kehujanan, Ini Alasannya!
Dokter Anjurkan Langsung Mandi Air Hangat setelah Kehujanan.(Dok. Freepik)

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan masyarakat untuk segera mandi air hangat setelah kehujanan, terutama bagi anak-anak yang terpapar hujan, genangan air, atau banjir.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa mandi air hangat membantu membersihkan kotoran, lumpur, serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan setelah terkena hujan.

“Langsung mandi, apalagi menggunakan air hangat. Itu justru menyegarkan dan membantu membuang kotoran yang menempel di tubuh,” ujar Anggraini dilansir dari Antara, Sabtu (31/1).

Anak Kehujanan atau lewat Banjir Wajib Dibersihkan

Menurut Anggraini, anak-anak yang kehujanan di jalan atau harus melewati banjir sebaiknya segera dimandikan dengan air hangat setibanya di rumah. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko paparan kuman dan mikroorganisme berbahaya.

Selain mandi, ia juga menyarankan untuk:

  1. Segera mencuci tangan
  2. Mengganti pakaian basah dengan baju kering
  3. Menggunakan pakaian hangat
  4. Langsung mencuci pakaian yang terkena hujan atau banjir

Gunakan Alas Kaki Tertutup saat Musim Hujan

Dokter IDAI juga mengingatkan pentingnya menggunakan alas kaki tertutup, terutama yang berbahan karet, saat melintasi genangan air.

“Sepatu tertutup, apalagi berbahan karet, sangat membantu mencegah kuman masuk ke tubuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, baik anak-anak maupun orang dewasa sebaiknya selalu menyediakan jas hujan, payung, dan pakaian hangat selama musim hujan.

Bahaya Bermain Hujan tanpa Perlindungan

Meski bermain hujan sering dianggap menyenangkan dan diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak, Anggraini mengingatkan bahwa kelembaban air hujan bisa mencapai 90 persen, sehingga berisiko bagi kesehatan.

Perubahan suhu yang lebih rendah serta genangan air dapat menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme. Selain itu, air hujan di wilayah perkotaan juga berpotensi mengandung zat kimia berbahaya seperti karbon, asam nitrat, dan asam sulfat akibat polusi udara.

Jangan Konsumsi Air Hujan

Anggraini menegaskan agar masyarakat tidak menampung atau mengonsumsi air hujan untuk diminum. Kandungan kalsium dalam air hujan dinilai tidak baik bagi tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan gigi lebih cepat. (Antara/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya