Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan masyarakat untuk segera mandi air hangat setelah kehujanan, terutama bagi anak-anak yang terpapar hujan, genangan air, atau banjir.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa mandi air hangat membantu membersihkan kotoran, lumpur, serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan setelah terkena hujan.
“Langsung mandi, apalagi menggunakan air hangat. Itu justru menyegarkan dan membantu membuang kotoran yang menempel di tubuh,” ujar Anggraini dilansir dari Antara, Sabtu (31/1).
Menurut Anggraini, anak-anak yang kehujanan di jalan atau harus melewati banjir sebaiknya segera dimandikan dengan air hangat setibanya di rumah. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko paparan kuman dan mikroorganisme berbahaya.
Selain mandi, ia juga menyarankan untuk:
Dokter IDAI juga mengingatkan pentingnya menggunakan alas kaki tertutup, terutama yang berbahan karet, saat melintasi genangan air.
“Sepatu tertutup, apalagi berbahan karet, sangat membantu mencegah kuman masuk ke tubuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, baik anak-anak maupun orang dewasa sebaiknya selalu menyediakan jas hujan, payung, dan pakaian hangat selama musim hujan.
Meski bermain hujan sering dianggap menyenangkan dan diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak, Anggraini mengingatkan bahwa kelembaban air hujan bisa mencapai 90 persen, sehingga berisiko bagi kesehatan.
Perubahan suhu yang lebih rendah serta genangan air dapat menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme. Selain itu, air hujan di wilayah perkotaan juga berpotensi mengandung zat kimia berbahaya seperti karbon, asam nitrat, dan asam sulfat akibat polusi udara.
Anggraini menegaskan agar masyarakat tidak menampung atau mengonsumsi air hujan untuk diminum. Kandungan kalsium dalam air hujan dinilai tidak baik bagi tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan gigi lebih cepat. (Antara/Z-10)
Jangan mandi air hangat terlalu sering atau terlalu lama, karena bisa menyebabkan kulit kering, iritasi, bahkan pusing akibat pelebaran pembuluh darah.
Mandi ini sering dilakukan untuk relaksasi, meredakan pegal, atau menghangatkan tubuh, terutama saat cuaca dingin.
Memperhatikan suhu dan durasi mandi serta mengenali kondisi tubuh Anda adalah kunci untuk menikmati manfaat tanpa mengalami risiko kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved