Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Wabah Virus Nipah Dilaporkan di India, Ini Cara Mengurangi Risiko Tertular

Media Indonesia
26/1/2026 17:41
Wabah Virus Nipah Dilaporkan di India, Ini Cara Mengurangi Risiko Tertular
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri memindahkan seorang pria dengan gejala virus Nipah ke ruang isolasi di rumah sakit pemerintah di Kozhikode, negara bagian Kerala di India Selatan, pada 16 September 2023.(AFP)

WABAH virus Nipah di negara bagian India menyebabkan kewaspadaan kesehatan di sejumlah negara. Virus Nipah menyebabkan penyakit dapat menular antara hewan dan manusia. Virus ini dibawa oleh kelelawar buah (genus Pteropus), yang juga dikenal sebagai kelelawar terbang.

Pada tahun 1999, virus Nipah pertama kali ditemukan setelah wabah pada babi dan manusia di Malaysia dan Singapura. Tiga ratus orang jatuh sakit dan lebih dari seratus di antaranya meninggal. Dalam wabah pertama ini, kelelawar awalnya menyebarkan virus Nipah ke babi. Orang-orang yang bekerja dekat dengan babi yang terinfeksi juga jatuh sakit.

Wabah Nipah hanya dilaporkan dari Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Namun, kelelawar buah yang membawa virus Nipah ditemukan di seluruh Asia, Pasifik Selatan, dan Australia.

Cara Mengurangi risiko Tertular Virus Nipah 

Perawat dan tenaga kesehatan yang merawat pasien dengan Nipah berisiko lebih tinggi terinfeksi.

Jika Anda bepergian ke atau tinggal di daerah yang pernah terjadi wabah virus Nipah, Anda harus:

  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.
  • Hindari kontak dengan kelelawar buah atau babi yang sakit.
  • Hindari area di mana kelelawar beristirahat atau
  • Hindari menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar.
  • Hindari mengonsumsi getah atau buah kelapa sawit mentah yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar.
  • Hindari kontak dengan darah atau cairan tubuh seseorang yang terinfeksi Nipah.
  • Pemeriksaan dan diagnosis
  • Tenaga kesehatan harus mempertimbangkan Nipah pada orang dengan gejala yang relevan yang pernah berada di daerah endemik penyakit ini, seperti Bangladesh atau India.

Tenaga kesehatan dapat melakukan tes Nipah pada pasien saat mereka sakit atau setelah sembuh.

Pengobatan Virus Nipah

Saat ini tidak ada pengobatan yang disetujui untuk Nipah. Pengobatan terbatas pada perawatan pendukung, termasuk istirahat, hidrasi, dan penanganan gejala lain. (CDC/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya