Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Mengapa Anak Memilih Putus Hubungan dengan Orangtua?

Thalatie K Yani
25/1/2026 11:27
Mengapa Anak Memilih Putus Hubungan dengan Orangtua?
Ilustrasi(freepik)

HUBUNGAN antara orangtua dan anak sering kali dianggap sebagai ikatan tanpa syarat. Namun, realitas di balik pintu rumah tidak selalu seindah unggahan Instagram. Pada 19 Januari 2026, Brooklyn Beckham mengejutkan publik melalui serangkaian unggahan di Instagram Stories yang mengungkap keretakan hubungannya dengan sang ayah, David Beckham, dan ibunya, Victoria Beckham.

Model muda ini secara terbuka menyatakan alasannya memilih estrangement, istilah psikologi untuk kondisi ketika anggota keluarga secara sengaja memutuskan hubungan.

"Saya telah dikendalikan oleh orang tua saya hampir sepanjang hidup saya. Saya tumbuh dengan kecemasan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, sejak menjauh dari keluarga, kecemasan itu menghilang," tulis Brooklyn.

Tak hanya soal kontrol pribadi, Brooklyn juga menyinggung perlakuan keluarganya terhadap sang istri, Nicola Peltz. "Istri saya terus-menerus tidak dihormati oleh keluarga saya, tidak peduli seberapa keras kami mencoba untuk bersatu," tambahnya. Ia menutup pernyataannya dengan tegas: "Saya tidak ingin berdamai. Saya tidak sedang dikendalikan, saya membela diri untuk pertama kalinya dalam hidup saya."

Fenomena yang Kian Umum

Brooklyn tidak sendirian. Data dari YouGov menunjukkan lebih 1 dari 4 orang Amerika mengalami putus hubungan dengan anggota keluarga inti. Di mana 11% di antaranya terjadi antara anak dan orang tua. Fenomena ini kian marak dibicarakan seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental.

Carly Harris, pakar dari Newport Healthcare, menjelaskan keputusan ekstrem ini biasanya dipicu trauma masa kecil, komunikasi buruk, atau dinamika keluarga yang tidak sehat. "Jika seorang anak merasa telah mencoba segala cara untuk memperbaiki hubungan namun tetap tidak ada kemajuan, mereka mungkin memutuskan untuk memutus hubungan sepenuhnya," jelas Harris.

Mengenali Ciri Orangtua Toxic

Psikolog Dr. Joel Frank menyebutkan beberapa tanda pola asuh toxic yang sering menjadi pemicu anak menjauh, di antaranya:

  • Manipulasi: Menggunakan rasa bersalah untuk mengendalikan anak.
  • Kritik Konstan: Merendahkan atau mengkritik secara terus-menerus.
  • Gaslighting: Memutarbalikkan kenyataan hingga anak mempertanyakan kewarasannya sendiri.
  • Pelanggaran Privasi: Mengabaikan batasan pribadi anak secara berulang.

Langkah Menuju Pemulihan

Memutus hubungan dengan orangtua adalah keputusan personal yang sangat berat. Para ahli menyarankan beberapa langkah bagi mereka yang berada dalam situasi ini:

  • Validasi Perasaan: Sadari bahwa rasa marah atau sedih yang Anda rasakan adalah nyata.
  • Tetapkan Batasan: Jika belum siap memutus hubungan total, batasi interaksi. Gunakan kalimat "Saya" (I-statements) untuk mengomunikasikan batasan tanpa memicu defensif.
  • Cari Dukungan: Terapi profesional dapat membantu memproses trauma dan membantu Anda menentukan apakah "emotional cut-off" adalah jalan terbaik bagi kesehatan mental Anda.

Pada akhirnya, memutus hubungan bukanlah soal membenci, melainkan upaya menyelamatkan diri. Langkah ini juga menjadi momen krusial untuk memutus rantai pola asuh toxic agar tidak menurun ke generasi berikutnya melalui pola asuh yang lebih afirmatif dan penuh empati. (Parents/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya