Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Apakah Whipped Cream yang Dibuat dengan N2O atau Gas Whipping Aman Dimakan? Ini Penjelasannya

Putri Rosmalia Octaviyani
24/1/2026 12:39
Apakah Whipped Cream yang Dibuat dengan N2O atau Gas Whipping Aman Dimakan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi whipped cream.(Dok. Freepik)

PERTANYAAN mengenai keamanan whipped cream (krim kocok) yang dibuat menggunakan gas Nitrous Oxide (N2O) atas gas whipping sering muncul, terutama di tengah maraknya berita mengenai penyalahgunaan gas ini untuk tujuan rekreasi. Sebagai konsumen cerdas, wajar jika Anda mempertanyakan: apakah residu gas tersebut aman masuk ke dalam tubuh melalui makanan?

Jawaban singkatnya adalah: Ya, whipped cream yang dibuat dengan N2O aman dikonsumsi, selama menggunakan tabung gas berstandar Food Grade dan digunakan sesuai instruksi kuliner. Artikel ini akan membedah fakta ilmiah, regulasi, dan meluruskan kesalahpahaman umum di masyarakat.

N2O yang digunakan dalam kuliner berfungsi sebagai agen pengembang (propelan). Saat krim disajikan, sebagian besar gas menguap ke udara, dan sisanya yang terperangkap dalam buih tidak memiliki konsentrasi yang cukup untuk menimbulkan efek psikoaktif atau bahaya kesehatan pada konsumen.

1. Mengapa N2O Digunakan dalam Makanan?

Penggunaan N2O dalam industri pangan bukanlah hal baru. Gas ini dikenal dengan kode aditif pangan internasional E942. Ada alasan teknis spesifik mengapa N2O dipilih dibandingkan gas lain:

  • Kelarutan Tinggi dalam Lemak: N2O sangat mudah larut dalam lemak susu. Ini memungkinkan terbentuknya busa yang sangat halus dan stabil saat tekanan dilepaskan.
  • Sifat Bakteriostatik: N2O dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, sehingga krim di dalam tabung dispenser bisa bertahan lebih lama (hingga 1-2 minggu di kulkas) dibandingkan krim kocok manual.
  • Rasa Netral: Berbeda dengan Karbon Dioksida (CO2) yang bersifat asam (membuat krim terasa kecut/karbonasi), N2O tidak mengubah rasa asli krim, bahkan cenderung memberikan sedikit sensasi manis.

2. Perbedaan Krusial: Dimakan vs Dihirup

Kunci keamanan N2O terletak pada rute masuknya ke dalam tubuh (route of administration). Bahaya yang sering Anda dengar di berita berkaitan dengan inhalasi (dihirup langsung ke paru-paru), bukan ingesti (ditelan).

3. Jangan Salah Kaprah: N2O vs Nitrogen Cair

Sering terjadi kebingungan di kalangan orang tua antara whipped cream (N2O) dengan jajanan "Ciki Ngebul" (Nitrogen Cair). Keduanya adalah zat yang sangat berbeda:

  • Nitrogen Cair (Liquid N2): Memiliki suhu ekstrem dingin (-196°C). Bahayanya adalah luka bakar dingin (frostbite) atau kerusakan lambung jika tertelan dalam bentuk cair.
  • Nitrous Oxide (N2O): Digunakan pada suhu ruang atau dingin kulkas biasa. Tidak ada risiko luka bakar dingin pada produk akhir whipped cream.

4. Standar Keamanan dan Regulasi

Lembaga pengawas obat dan makanan di seluruh dunia, termasuk BPOM (Indonesia), FDA (Amerika Serikat), dan EFSA (Eropa), mengizinkan penggunaan N2O sebagai Food Additive (Bahan Tambahan Pangan) kategori propelan.

Namun, syarat utamanya adalah penggunaan tabung gas (cream charger) yang bersertifikat Food Grade. Tabung gas untuk keperluan industri (seperti balap mobil) mengandung sulfur dioksida atau oli mesin yang beracun jika tertelan. Oleh karena itu, pastikan krim yang Anda konsumsi berasal dari gerai makanan yang mematuhi standar keamanan pangan.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat menikmati whipped cream di atas kopi atau kue favorit Anda. Proses fisika "aerasi" membuat gas tersebut aman. Risiko kesehatan hanya muncul jika gas tersebut disalahgunakan (dihirup langsung) atau jika menggunakan peralatan yang tidak higienis. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya