Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cara Kerja Gas Whipping: Mengupas Sains di Balik Nitrous Oxide (N2O)

Putri Rosmalia Octaviyani
24/1/2026 12:29
Cara Kerja Gas Whipping: Mengupas Sains di Balik Nitrous Oxide (N2O)
Ilustrasi gas whipping yang mengandung Nitrous Oxide (N2O).(Dok. Freepik)

ISTILAH Gas Whipping mendadak viral usai kabar duka wafatnya selebgram Lula Lahfah. Gas Whipping sering muncul dalam dua konteks yang sangat berbeda: sebagai teknik kuliner profesional untuk membuat krim kocok (whipped cream) dan sebagai fenomena penyalahgunaan zat rekreasional. Keduanya menggunakan agen yang sama, yaitu gas Nitrous Oxide (N2O).

Untuk memahami bagaimana gas ini bekerja, kita perlu melihatnya dari dua lensa sains: Fisika (bagaimana gas ini mengubah tekstur cairan menjadi busa) dan Biologi (bagaimana gas ini memengaruhi sistem saraf manusia). Artikel ini akan membahas mekanisme teknis tersebut secara komprehensif.

Nitrous Oxide (N2O) adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat larut dalam lemak. Sifat inilah yang membuatnya ideal untuk industri makanan, namun juga memberikan risiko serius jika disalahgunakan karena efeknya pada suplai oksigen ke otak.

1. Mekanisme Fisika: Gas Whipping dalam Kuliner

Dalam dunia kuliner, "gas whipping" merujuk pada penggunaan alat cream whipper (siphon) yang diisi dengan tabung gas N2O (charger). Berikut adalah tahapan ilmiah bagaimana cairan krim berubah menjadi busa padat dalam hitungan detik.

A. Hukum Henry dan Kelarutan

Prinsip utama yang bekerja di sini adalah Hukum Henry, yang menyatakan bahwa "jumlah gas yang larut dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas di atas cairan tersebut."

  • Tekanan Tinggi: Saat gas N2O dilepaskan dari charger ke dalam tabung siphon tertutup, tekanan di dalam tabung meningkat drastis.
  • Pelarutan: Karena tekanan tinggi ini, molekul N2O dipaksa masuk dan larut ke dalam kandungan lemak (lipid) pada krim cair. N2O dipilih karena sangat larut dalam lemak dan tidak bersifat asam (berbeda dengan CO2 yang akan membuat krim terasa asam/karbonasi).

B. Ekspansi dan Pembentukan Busa

Proses perubahan wujud terjadi saat Anda menekan tuas siphon:

  1. Penurunan Tekanan Mendadak: Saat krim keluar melalui nozzle, ia berpindah dari lingkungan bertekanan tinggi (dalam tabung) ke tekanan atmosfer normal (udara luar).
  2. Ekspansi Gas: Sesuai prinsip termodinamika, gas N2O yang tadi terlarut dalam lemak akan memuai (berekspansi) seketika karena tekanan turun.
  3. Struktur Busa: Ekspansi ini menciptakan jutaan gelembung mikroskopis yang terperangkap di dalam butiran lemak krim, mengembangkan volumenya hingga 4x lipat (overrun) dan menciptakan tekstur fluffy yang stabil.

2. Mekanisme Biologis: Interaksi N2O dengan Tubuh

Dalam konteks medis (anestesi) atau penyalahgunaan (rekreasional), cara kerja gas whipping berfokus pada sistem saraf pusat. Berikut adalah apa yang terjadi pada tubuh manusia saat terpapar N2O.

A. Difusi Cepat ke Aliran Darah

Saat dihirup, N2O masuk ke paru-paru dan berdifusi ke dalam darah dengan sangat cepat. Gas ini memiliki koefisien partisi darah-gas yang rendah, artinya ia tidak "terikat" kuat dengan darah, sehingga bisa dengan cepat menembus penghalang darah-otak (blood-brain barrier).

B. Manipulasi Reseptor Otak

Di dalam otak, N2O bekerja dengan memengaruhi reseptor neurotransmitter:

  • Penghambatan NMDA: N2O memblokir reseptor NMDA (N-methyl-D-aspartate) yang berperan dalam persepsi nyeri dan kesadaran. Inilah yang menyebabkan efek analgesik (anti-nyeri) dan disosiatif (perasaan melayang atau terlepas dari kenyataan).
  • Stimulasi Dopamin: Gas ini juga dapat memicu pelepasan dopamin, memberikan efek euforia sesaat yang sering disebut sebagai "efek tertawa".

C. Hipoksia (Kekurangan Oksigen)

Ini adalah mekanisme risiko utama. N2O menggantikan oksigen di paru-paru. Jika seseorang menghirup N2O murni tanpa campuran oksigen (seperti dalam prosedur medis yang aman), tubuh akan mengalami Hipoksia. Otak yang kekurangan oksigen akan memicu pusing, kehilangan kesadaran, hingga kerusakan sel otak permanen.

Salah satu dampak biologis yang jarang diketahui namun fatal dari paparan N2O berlebih adalah oksidasi atom kobalt pada Vitamin B12.

N2O mengubah Vitamin B12 menjadi bentuk yang tidak aktif. Tubuh membutuhkan Vitamin B12 untuk membentuk selubung mielin (pelindung saraf). Tanpa B12 yang aktif, selubung saraf akan rusak (demielinasi), menyebabkan kebas, kelumpuhan, hingga kerusakan saraf tulang belakang permanen (Subacute Combined Degeneration).

 

Peringatan Keselamatan: Artikel ini bertujuan untuk edukasi mengenai mekanisme kerja gas. Penyalahgunaan Nitrous Oxide untuk tujuan rekreasi (inhalasi) adalah tindakan berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kematian akibat asfiksia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya