Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Viral Usai Kabar Duka Lula Lahfah, Apa Itu Gas Whipping? Ini Fakta Medis dan Bahayanya

Abi Rama
24/1/2026 12:21
Viral Usai Kabar Duka Lula Lahfah, Apa Itu Gas Whipping? Ini Fakta Medis dan Bahayanya
Ilustrasi gas whipping.(Dok. Freepik)

DUNIA maya di Indonesia tengah dihebohkan dengan istilah "gas whipping" yang mendadak menjadi topik hangat atau trending topic. Lonjakan pencarian informasi mengenai istilah ini terjadi beriringan dengan kabar duka wafatnya selebgram populer, Lula Lahfah, pada tahun 2026 ini. Spekulasi yang berkembang di media sosial mengaitkan kepergian sang selebgram dengan dugaan penyalahgunaan zat tersebut, meskipun hingga artikel ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas terkait mengenai kausalitas langsungnya.

Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat: Apa sebenarnya gas whipping? Apakah zat ini legal, dan seberapa besar bahayanya bagi tubuh manusia jika disalahgunakan?

Mengenal Gas Whipping atau Nitrous Oxide

Gas whipping bukanlah istilah medis resmi, melainkan bahasa slang yang merujuk pada praktik penyalahgunaan Nitrous Oxide (N2O). Dalam dunia kimia dan industri, N2O adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang memiliki fungsi vital jika digunakan sesuai aturan.

Dalam industri kuliner, N2O digunakan secara legal sebagai propelan (pendorong) dalam tabung whipped cream atau dispenser krim kocok. Sifat gas ini mampu mengubah krim cair menjadi busa yang lembut tanpa mengubah rasa. Sementara di dunia medis, N2O dikenal sebagai "gas tawa" yang digunakan dokter gigi atau tenaga kesehatan sebagai obat penenang (sedatif) ringan dan analgesik untuk prosedur jangka pendek.

Masalah muncul ketika fungsi ini dialihfungsikan. Istilah "whipping" atau di luar negeri dikenal sebagai "whippits" mengacu pada tindakan menghirup gas N2O secara langsung dari tabung kecil (charger) atau memindahkannya ke dalam balon untuk dihirup. Tujuannya adalah mendapatkan sensasi euforia sesaat, pusing yang menyenangkan, atau rasa "high" yang berlangsung sangat singkat, biasanya hanya 20 hingga 60 detik.

Bahaya Fatal di Balik Sensasi Sesaat

Meskipun sering dianggap sebagai "narkoba pesta" yang tidak berbahaya oleh sebagian remaja, fakta medis menunjukkan sebaliknya. Penyalahgunaan N2O secara rekreasional membawa risiko kesehatan yang sangat serius, bahkan mematikan. Berikut adalah dampak buruk yang mengintai pengguna gas whipping:

  • Hipoksia (Kekurangan Oksigen): Saat menghirup N2O murni, pengguna menahan asupan oksigen ke otak. Ini dapat menyebabkan pingsan mendadak, kejang, hingga kematian akibat sesak napas.
  • Kerusakan Saraf Permanen: Penggunaan jangka panjang dapat menonaktifkan Vitamin B12 dalam tubuh. Defisiensi B12 yang parah dapat merusak lapisan pelindung saraf (mielin), menyebabkan kesemutan parah, kesulitan berjalan, hingga kelumpuhan permanen.
  • Risiko Jantung: Inhalasi gas ini dapat memicu detak jantung yang tidak teratur (aritmia) dan dalam kasus ekstrem menyebabkan henti jantung (cardiac arrest).
  • Cedera Fisik: Karena efeknya yang instan menyebabkan hilangnya koordinasi motorik, pengguna rentan jatuh atau mengalami kecelakaan fatal sesaat setelah menghirup gas.

Fenomena Global dan Kasus Kematian

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan ini. Di Inggris, penyalahgunaan N2O menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di kalangan usia 16–24 tahun. Pemerintah Inggris bahkan telah memperketat aturan dengan mengategorikan N2O sebagai obat kelas C ilegal jika digunakan untuk rekreasi, menyusul banyaknya kasus kelumpuhan dan kematian di kalangan remaja.

Laporan dari FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat juga mencatat lonjakan kasus overdosis dan komplikasi pernapasan akibat tren ini. Salah satu kasus tragis yang pernah tercatat terjadi di Greater Manchester, di mana seorang wanita muda berusia 20 tahun meninggal dunia akibat komplikasi gagal jantung setelah menghirup gas ini demi sensasi sesaat.

Klarifikasi Terkait Kasus Lula Lahfah

Terkait isu yang mengaitkan kematian Lula Lahfah dengan gas whipping, masyarakat diimbau untuk tidak menelan informasi mentah-mentah. Hingga saat ini, dokumen medis awal dan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian mengindikasikan penyebab kematian adalah henti jantung dan henti napas.

Belum ada rilis resmi dari tim forensik atau kepolisian yang menyatakan secara konklusif bahwa Nitrous Oxide adalah penyebab utama tragedi tersebut. Mengaitkan peristiwa duka ini secara langsung tanpa bukti medis yang valid hanya akan menambah simpang siur informasi. Namun, viralnya pembahasan ini setidaknya menjadi peringatan keras bagi publik mengenai bahaya nyata dari penyalahgunaan bahan kimia rumah tangga untuk tujuan rekreasional.

Penting bagi orang tua dan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda penyalahgunaan ini, seperti ditemukannya tabung logam kecil berwarna perak (charger krim) atau balon-balon kosong di tempat yang tidak semestinya. (People.com, Telegraph, Antara/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya