Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pasar kerja yang makin dinamis dan persaingan talenta yang kian ketat, soft skills kini menjadi faktor pembeda utama lulusan perguruan tinggi. Sejumlah riset yang menganalisis lebih dari 1.000 jenis pekerjaan dan 70 juta transisi karier menunjukkan bahwa individu dengan keterampilan nonteknis yang kuat cenderung lebih adaptif, memiliki pendapatan lebih tinggi, dan lebih tangguh menghadapi perubahan cepat.
Merespons kebutuhan tersebut, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981, melalui Program TELADAN, memperkuat pengembangan kepemimpinan dan soft skills generasi muda sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Program Beasiswa Kepemimpinan TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menghadirkan pelatihan soft skills dan kepemimpinan yang terstruktur agar penerima beasiswa siap menghadapi tantangan akademik, dunia profesional, hingga kontribusi sosial.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, Tanoto Foundation secara resmi mengukuhkan 176 Tanoto Scholars (sebutan penerima TELADAN) angkatan 2026 dari 10 universitas mitra, yaitu: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, IPB University, Universitas Riau, Universitas Sumatra Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mulawarman.
Para Tanoto Scholars terpilih dari 9.283 pendaftar melalui proses seleksi berlapis yang berlangsung Juli-November 2025.
Selama 7 semester, Tanoto Scholars dibina menjadi calon pemimpin masa depan dengan sembilan karakter utama, self-awareness, driven, innovative, continuous learning, care for others, empower others, grit, integrity, dan entrepreneurial spirit.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, yang hadir dalam sesi inspirational talk, menyampaikan dukungannya terhadap peran Tanoto Foundation dalam memperluas kesetaraan kesempatan melalui pendidikan.
“Beasiswa ini adalah amanah dari seseorang yang percaya bahwa pendidikan mampu mengubah nasib, bahkan mengubah arah perjalanan sebuah bangsa. Suatu hari nanti, ketika saudara berdiri di titik hidup yang penting, ingatlah hari ini bahwa saudara pernah mendapatkan kesempatan yang lebih dibanding orang lain. Karenanya, jadilah teladan dari sikap hidup dan manfaat saudara bagi lingkungan,” ujar Rano Karno.
“Nasib baik tidak diwariskan tetapi harus diperjuangkan, beasiswa ini bukan hanya untuk dinikmati sendirian, melainkan untuk membuka jalan bagi yang lain. Inilah makna sejati Program TELADAN, menjadi cahaya dan berdampak bagi banyak orang.”
CEO Tanoto Foundation Benny Lee menegaskan bahwa TELADAN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Tanoto Foundation untuk menyiapkan generasi pemimpin Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.
“Kami percaya, pemimpin masa depan Indonesia harus memiliki integritas, empati, dan kemampuan untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Benny.
Ia juga mendorong Tanoto Scholars untuk menghidupi semangat pay it forward, meneruskan manfaat yang diperoleh bagi komunitas yang lebih luas.
“Dari ribuan pendaftar, Anda terpilih, namun pencapaian ini bukan untuk disikapi dengan rasa puas diri. Jadikan kesempatan ini sebagai sarana untuk belajar dan bertumbuh dengan rendah hati, serta memberi dampak bagi masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Tiga fase pembinaan 3,5 tahun, dari memimpin diri hingga siap profesional
Program TELADAN dirancang dalam tiga fase pengembangan selama tiga setengah tahun:
Melalui tahapan ini, Tanoto Scholars memperoleh kesempatan pengembangan mulai dari pengabdian masyarakat, jejaring nasional, pengalaman magang, penguatan kapasitas diri hingga paparan global, serta persiapan karier. Setelah lulus, mereka akan bergabung dalam jejaring alumni lintas negara untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak.
Berdasarkan Laporan Evaluasi Program TELADAN (2025), alumni penerima TELADAN memiliki peluang 27% lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan dan probabilitas 36% lebih besar untuk memiliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi dibanding mahasiswa yang tidak mengikuti program.
Laporan tersebut juga menyebut TELADAN meningkatkan peluang alumni mencapai mobilitas sosial hingga dua kali lipat, dengan sebagian alumni menyamai atau melampaui pendapatan orang tua mereka hanya dalam satu tahun pengalaman kerja. Pemberi kerja turut menilai alumni memiliki kemampuan yang kuat dalam adaptasi, kepemimpinan, dan komunikasi. (RO/Z-10)
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Tidak banyak kepala desa yang mau melanjutkan program setelah masa pendampingan berakhir. Namun kondisi itu tidak berlaku bagi Saeful Muslimin, Kepala Desa Tuwel, Tegal, Jateng.
Di SDN 015 Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pembelajaran numerasi tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis.
Di sebuah rumah sederhana di Kota Jambi, 7 Mei 1980, Zulva Fadhil tumbuh sebagai anak perempuan yang gemar membaca.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved