Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Wamenhaj Pulangkan Enam Calon Petugas Haji yang tidak Jujur Soal Kesehatan

Basuki Eka Purnama
16/1/2026 03:39
Wamenhaj Pulangkan Enam Calon Petugas Haji yang tidak Jujur Soal Kesehatan
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak berjalan bersama jajarah pejabat Kemenhaj usai apel malam di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timu(ANTARA/HO-MCH 2026)

WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengambil langkah tegas dalam proses seleksi petugas haji tahun ini. Sebanyak enam calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M dipulangkan dari kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, karena kedapatan tidak jujur mengenai kondisi kesehatan mereka.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Wamenhaj saat memimpin apel malam di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat, Kamis (15/1) malam. 

Menurutnya, kejujuran sejak dini merupakan fondasi utama bagi siapa pun yang ingin mengabdi melayani jamaah di Tanah Suci.

"Laporan yang saya terima sudah ada yang berguguran. Ada setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Dahnil dalam arahannya.

Pihak kementerian memberikan perhatian serius pada temuan adanya peserta yang menyembunyikan riwayat penyakit kronis maupun menular. 

Berdasarkan hasil verifikasi ulang selama diklat, beberapa peserta diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.

Wamenhaj menyayangkan sikap tidak terbuka para peserta sejak awal proses seleksi. Padahal, keterbukaan kondisi kesehatan sangat krusial untuk memastikan keselamatan pribadi petugas maupun orang di sekitarnya.

"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwasanya dia ada sakit. Misalnya TB atau ginjal yang justru bisa mencelakai teman-teman sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan untuk memulangkan dan menggugurkan haknya," tegas Dahnil.

Ketegasan ini menjadi pengingat bagi seluruh calon petugas bahwa peran yang mereka emban bukan sekadar kesempatan untuk beribadah secara cuma-cuma, melainkan tugas berat yang menuntut ketahanan fisik prima atau istitha'ah. 

Petugas haji dituntut bekerja ekstra di bawah tekanan cuaca ekstrem Arab Saudi serta melayani jamaah, terutama lansia, yang membutuhkan bantuan fisik.

Dahnil menekankan bahwa jika petugas sendiri dalam kondisi sakit, kualitas pelayanan kepada jamaah dipastikan akan merosot. 

Oleh karena itu, ia meminta 1.600 peserta yang tersisa untuk benar-benar menjaga kesehatan hingga berakhirnya masa diklat pada 30 Januari mendatang.

Menutup arahannya, Wamenhaj mengingatkan pentingnya filosofi "satu keluarga" dalam tim PPIH. Dalam prinsip ini, setiap anggota harus saling menjaga dan tidak boleh menjadi sumber bahaya bagi rekan kerja lainnya akibat kelalaian atau ketidakjujuran.

"Kita ingin semuanya tetap sehat dan bugar untuk memastikan nanti pada bulan April dan Mei kita bisa bertugas dengan baik," pungkasnya.

Langkah pemulangan ini menjadi sinyal kuat dari Kementerian Haji dan Umrah bahwa mereka tidak akan menoleransi segala bentuk manipulasi data kesehatan demi menjaga standar pelayanan haji yang optimal. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya