Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

UGM dan Jejaring Academic Health System Pulihkan Layanan Kesehatan di Aceh

Ardi Teristi Hardi
14/1/2026 10:07
UGM dan Jejaring Academic Health System Pulihkan Layanan Kesehatan di Aceh
Ilustrasi(Dok UGM)

PENANGANAN dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra dilakukan secara kolaboratif. Universitas Gadjah Mada, misalnya, mengerahkan jejaring Academic Health System (AHS) lewat pendekatan layanan kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, sejak fase darurat hingga transisi pemulihan. 

Ketua Tim Kesehatan AHS UGM, Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K) menyampaikan, AHS UGM menjadi penghubung antara layanan klinis, kesehatan masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan di wilayah terdampak. "UGM secara berkala mengirim tim medis ke Aceh dan wilayah terdampak lainnya di Sumatra melalui jejaring AHS.

"Tim ini melibatkan tenaga kesehatan lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Rumah Sakit Akademik dan jejaring layanan kesehatan akademik UGM," terang dia, Selasa (13/1), dalam siaran pers.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan rawat jalan dan darurat, layanan spesialis, serta kunjungan mobile clinic dan home visit. Pendekatan berlapis ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sejak fase darurat hingga transisi pemulihan.

"Melalui skema penugasan bergilir, AHS UGM menurunkan enam tim secara berurutan sejak 2 hingga 28 Desember 2025 untuk layanan asesmen, manajemen kedaruratan, dan pelayanan medis di Aceh Utara serta Bener Meriah," terang dia.

Tim gabungan ini terdiri atas Rumah Sakit Akademik UGM, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS Mata Dr. YAP, RSUD Sleman, RSUD Wates, serta dukungan dari Fakultas Farmasi UGM. Tim ini telah telah bekerja untuk 3.877 penerima layanan di berbagai titik terdampak banjir dan tanah longsor.

Tim AHS UGM mengatur respons kesehatan melalui mekanisme penugasan berbasis batch. "Hingga 2 Januari 2026, respons AHS UGM telah dilaksanakan melalui tujuh batch pelayanan dengan rata-rata 17 tenaga kesehatan per batch," terang dia.

Selama masa tugas tujuh hari per batch, layanan menjangkau sedikitnya 4.127 warga terdampak di Aceh Utara dan Bener Meriah melalui layanan di pos pengungsian, RSUD Muchtar Hasbi, serta puskesmas terdampak.

Misalnya, Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5 bertugas pada 27 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam periode tersebut, tim memberikan layanan kesehatan kepada 716 penerima layanan di berbagai lokasi terdampak, mulai pemeriksaan kesehatan, layanan farmasi, pengkajian keperawatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, kunjungan pasien rawat inap, serta pendampingan surveilans dan dukungan psikososial.

"Selain layanan klinis, tim AHS UGM juga mendukung penguatan sistem kesehatan di wilayah terdampak," lanjut dia. Perbaikan sarana penunjang dilakukan, seperti listrik dan genset, sanitasi, serta koordinasi logistik medis. 

AHS UGM membantu aktivasi kembali layanan Rumah Sakit Umum Daerah Muchtar Hasbi yang terdampak bencana serta mendukung aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Dengan fasilitas yang kembali berfungsi, rujukan pasien, pelayanan lanjutan, dan pemantauan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal. 

"Integrasi antara layanan lapangan dan penguatan fasilitas menjadi kunci keberlanjutan respons kesehatan pascabencana," lanjut dia.

Integrasi data layanan kesehatan, lanjut dia, juga menjadi bagian dari ekosistem respons kebencanaan berbasis pengetahuan yang dikembangkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat sasaran. 

Di sisi lain, kesiapsiagaan dan kapasitas respons kesehatan berbasis akademik dalam menghadapi bencana hidrometeorologi juga diperkuat. Pendekatan terintegrasi ini diarahkan untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

"Kontribusi tersebut menegaskan peran UGM dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional di situasi krisis," tutup dia. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya