Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa di awal tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 19.800 unit, Namun, belum semua unit SPPG untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) itu beroperasional penuh.
Saat melakukan peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1), Dadan menyoroti lonjakan signifikan implementasi MBG. Ia menjelaskan bahwa pada 6 Januari 2025, program ini baru dimulai dengan 190 SPPG dan menjangkau 570 ribu penerima manfaat.
"Alhamdulillah di akhir tanggal 31 Desember 2025, jumlah SPPG telah bertambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta. Hari ini sebetulnya jumlah SPPG sudah bertambah menjadi 19.800 tetapi yang melakukan kegiatan serempak itu 19.188," ujar Dadan.
Ia menambahkan, beberapa SPPG baru belum beroperasi karena proses mulai dari pembentukan unit hingga dana masuk ke rekening membutuhkan waktu sekitar 5–8 hari.
"Sehingga yang terbentuk di Januari itu akan mulai kegiatan akhirnya di sesi kedua," jelasnya.
Dadan menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi dan menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia berkualitas, mengingat gizi adalah kebutuhan dasar manusia. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar dari SD hingga SMA.
"Selama satu tahun ini kita melihat satu kegiatan yang positif. Memang di sana sini masih ada kekurangan dan kami terus memperbaiki. Di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta orang sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi," tuturnya.
Sebelumnya, BGN mencatat telah memiliki 19.188 SPPG selama 2025 untuk mendukung pelaksanaan MBG. Sejak 8 Januari 2026, BGN kembali menjalankan Program MBG secara serentak, melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. (Ant/E-4)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved