Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KLAIM keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mencapai angka statistik 99,99 persen mendapat sorotan tajam dari parlemen. Di balik laporan ekspansi masif penerima manfaat hingga 55,1 juta orang, Komisi IX DPR RI mengungkap temuan krusial terkait standar keamanan pangan, mulai dari sanitasi buruk hingga penggunaan bahan pengawet pada menu siswa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam laporannya menyebutkan lonjakan signifikan infrastruktur program dalam satu tahun terakhir. Ia mencatat pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari hanya 190 unit pada awal 2025 menjadi 19.188 unit per 31 Desember 2025.
"Dari 570 ribu penerima manfaat menjadi 55,1 juta dan 3 miliar porsi makan yang dibuat selama setahun lebih," ungkap Dadan saat dihubungi, Rabu (7/1). Ia juga mengklaim tren insiden di lapangan menurun drastis, tersisa 12 kejadian pada Desember 2025.
Namun, angka statistik tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas gizi di lapangan. Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani, menegaskan pihaknya masih menemukan dapur layanan yang tidak memenuhi standar sanitasi. Lebih mengkhawatirkan, komposisi menu yang disajikan dinilai berisiko bagi kesehatan jangka panjang anak.
"Masih ada SPPG yang tidak sesuai standar sanitasi. Kami juga menemukan menu yang mengandung Gula, Garam, dan Lemak (GGL) berlebih, penggunaan susu impor, bakso berbahan pengawet, hingga roti yang juga menggunakan pengawet," tegas Irma secara terpisah.
Temuan di daerah pemilihan (dapil) para anggota dewan ini menjadi catatan merah di tengah apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap program andalannya tersebut. Irma memastikan temuan ini akan menjadi materi utama dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan BGN pada masa sidang mendatang.
"Ini PR besar. Kami akan membahas standar gizi, kualitas menu, dan SPPG yang memiliki sanitasi buruk dalam rapat nanti," pungkasnya. (Z-10)
KEPALA Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar menegaskan, hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti memastikan bahwa Anggaran Pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan.
MAKAN bergizi gratis (MBG) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menyebabkan kenaikan harga daging ayam ras di pasaran.
Kornas MBM, M. Nurul Yamin, menekankan bahwa Tahap 3 ini merupakan kelanjutan dari gerak konsolidasi yang terus meningkat.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Muhammadiyah mendukung penuh tanpa ragu.
Mahkamah Konstitusi menggelar uji materi UU APBN 2026 terkait dugaan pemangkasan anggaran pendidikan akibat masuknya program Makan Bergizi.
BGN menegaskan penghentian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga satu bulan di Bandarlampung bukan mekanisme normal.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengangkat PPPK dari SPPG tahap 2 sebanyak 32.000 formasi dari SPPG, Komisi IX DPR RI minta MBG berdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved