Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

11 Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis

Reynaldi Andrian Pamungkas
05/1/2026 20:30
11 Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis
Berikut Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis(freepik)

MINUMAN manis adalah jenis minuman yang mengandung gula tambahan atau pemanis dalam jumlah tinggi, baik dari gula pasir, sirup, fruktosa, maupun pemanis buatan, sehingga rasanya dominan manis.

Minuman manis umumnya tinggi kalori tetapi rendah nutrisi, sehingga jika sering dikonsumsi dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko diabetes, obesitas, gigi berlubang, dan penyakit jantung.

Berikut 11 Bahaya Sering Konsumsi Minuman Manis

1. Meningkatkan Risiko Diabetes

Kandungan gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan resistensi insulin.

2. Berat Badan Naik

Kalori cair dari minuman manis mudah masuk tanpa membuat kenyang.

3. Kerusakan Gigi dan Gusi

Gula menjadi makanan bakteri penyebab gigi berlubang dan plak.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi gula berlebihan berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol jahat.

5. Menyebabkan Lemak Perut Menumpuk

Gula berlebih disimpan sebagai lemak, terutama di area perut.

6. Memicu Asam Urat dan Gangguan Ginjal

Fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat dan membebani ginjal.

7. Menyebabkan Perlemakan Hati

Hati memproses fruktosa, dan kelebihan gula bisa menyebabkan fatty liver.

8. Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Kadar gula tinggi dapat melemahkan sistem imun.

9. Menyebabkan Ketergantungan Gula

Gula memicu rasa ingin terus mengonsumsi minuman manis.

10. Gangguan Pencernaan

Minuman manis berlebih dapat menyebabkan kembung dan diare.

11. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Konsumsi jangka panjang meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

Untuk lebih sehat, gantilah minuman manis dengan air putih, air infused buah, atau teh tanpa gula untuk menjaga kesehatan tubuh. (Z-4)

Sumber: alodokter, halodoc



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya