Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Salat Isya Berapa Rakaat? Simak Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Wisnu Arto Subari
05/1/2026 15:06
Salat Isya Berapa Rakaat? Simak Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Ilustrasi.(Freepik)

Salat Isya merupakan salah satu dari lima salat fardu yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah balig dan berakal. Bagi Anda yang bertanya isya berapa rakaat, jawabannya adalah empat rakaat.

Salat ini memiliki dua kali tasyahud, yaitu tasyahud awal pada rakaat kedua dan tasyahud akhir pada rakaat keempat. Pelaksanaannya dilakukan pada malam hari dan memiliki rentang waktu yang cukup panjang dibandingkan salat fardu lainnya.

Sebagai ibadah wajib, salat Isya memiliki kedudukan yang sangat penting. Bahkan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa salat Isya dan Subuh adalah salat yang paling berat bagi orang munafik, padahal keduanya menyimpan pahala yang sangat besar jika dikerjakan secara berjamaah. Oleh karena itu, memahami tata cara, niat, dan ketentuan jumlah rakaatnya adalah hal fundamental bagi setiap Muslim.

Jumlah Rakaat dan Ketentuan Bacaan

Seperti yang telah disebutkan, jumlah rakaat salat Isya adalah empat rakaat. Dalam pelaksanaannya, terdapat ketentuan mengenai suara bacaan (jahr dan sirr) yang perlu diperhatikan:

  • Rakaat Pertama dan Kedua: Bacaan Surat Al-Fatihah dan surat pendek dibaca dengan suara keras (jahr) oleh imam (jika berjamaah) atau saat salat sendiri.
  • Rakaat Ketiga dan Keempat: Bacaan Surat Al-Fatihah dibaca dengan suara pelan atau lirih (sirr), dan tidak disunahkan membaca surat pendek setelah Al-Fatihah pada dua rakaat terakhir ini.

Bacaan Niat Salat Isya

Niat adalah rukun pertama dalam salat yang membedakan ibadah dengan aktivitas biasa. Niat harus dihadirkan di dalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. Berikut adalah lafal niat salat Isya berdasarkan posisinya:

1. Niat Salat Isya Sendiri (Munfarid)

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol 'isyaa-i arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat melakukan salat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah Ta'ala."

2. Niat Salat Isya Sebagai Makmum

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol 'isyaa-i arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat melakukan salat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, sebagai makmum, karena Allah Ta'ala."

Baca juga: Sejumlah Bacaan Tasbih saat Rukuk dan Sujud Salat

3. Niat Salat Isya Sebagai Imam

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol 'isyaa-i arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat melakukan salat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, sebagai imam, karena Allah Ta'ala."

Baca juga: Rukun Salat, Sunah Salat, Syarat Sah, dan Syarat Wajibnya

Waktu Pelaksanaan Salat Isya

Waktu salat Isya dimulai sejak hilangnya syafaq ahmar (mega merah) di ufuk barat dan berakhir hingga terbitnya fajar sadik (masuknya waktu Subuh). Perintah mengenai waktu salat ini juga disinggung dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Al-Isra ayat 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: "Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Meskipun waktunya panjang hingga menjelang Subuh, para ulama menganjurkan untuk tidak menunda salat Isya hingga melewati pertengahan malam, kecuali jika ada uzur syar'i atau kepentingan mendesak lainnya.

Baca juga: Tata Cara Tayamum Niat, Doa, dan Rukun

Tata Cara Salat Isya Lengkap

Berikut adalah urutan tata cara pelaksanaan salat Isya empat rakaat secara ringkas:

  1. Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar" dan berniat dalam hati.
  2. Membaca Doa Iftitah: Hukumnya sunah, namun sangat dianjurkan.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah: Rukun wajib di setiap rakaat.
  4. Membaca Surat Pendek: Dilakukan pada rakaat pertama dan kedua setelah Al-Fatihah.
  5. Rukuk: Membungkukkan badan hingga punggung rata, tangan memegang lutut, dengan tuma'ninah.
  6. Iktidal: Bangun dari rukuk dan berdiri tegak dengan tuma'ninah.
  7. Sujud: Meletakkan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
  8. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk iftirasy dengan tuma'ninah.
  9. Sujud Kedua: Sama seperti sujud pertama.
  10. Tasyahud Awal: Dilakukan setelah sujud kedua pada rakaat kedua. Duduk iftirasy sambil membaca bacaan tasyahud.
  11. Berdiri untuk Rakaat Ketiga dan Keempat: Melanjutkan salat hingga rakaat keempat.
  12. Tasyahud Akhir: Dilakukan pada rakaat keempat dengan posisi duduk tawarruk.
  13. Salam: Menoleh ke kanan dan ke kiri sebagai penutup salat.

Baca juga: 13 Rukun Shalat sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Keutamaan Salat Isya

Menjalankan salat Isya, terutama secara berjamaah, memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang melaksanakan salat Isya secara berjamaah, maka seolah-olah ia telah melaksanakan salat separuh malam. Dan jika ia melanjutkannya dengan salat Subuh berjamaah, maka seolah-olah ia salat semalam suntuk.

Selain itu, salat Isya juga menjadi penerang di dalam kegelapan dan menjadi pembeda antara orang mukmin dengan orang munafik. Dengan mengetahui isya berapa rakaat serta tata caranya yang benar, diharapkan kualitas ibadah kita semakin meningkat dan diterima oleh Allah SWT.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya