Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menag Minta Jajaran Kementerian Agama Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Ficky Ramadhan
03/1/2026 18:20
Menag Minta Jajaran Kementerian Agama Adaptif Hadapi Perubahan Zaman
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memperingati Hari Amal Bakti ke-80 (HAB ke -80) dengan penekanan pada pentingnya peningkatan kinerja dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama harus terus menjaga relevansi peran agama di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berubah.

"Kementerian Agama tidak boleh ketinggalan zaman. Artinya, agama harus tetap aktual hingga kapan pun. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama," kata Menag usai upacara peringatan HAB ke-80 di Jakarta, Sabtu (3/1).

Menurut Menag, pembaruan dalam pendekatan keagamaan merupakan keniscayaan agar ajaran agama tetap hidup dan bermakna bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak cukup hanya dijaga secara normatif, tetapi juga perlu diaktualisasikan sesuai konteks zaman.

"Nilai dan pemahaman keagamaan tidak boleh tertinggal oleh zaman, termasuk dalam cara menampilkan diri. Kementerian Agama bertanggung jawab mengaktualkan nilai-nilai ajaran agama. Nilai-nilai itu harus tetap relevan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya evaluasi internal, Menag juga menyampaikan sejumlah capaian Kementerian Agama yang dirasakan langsung oleh masyarakat, meskipun lembaganya menghadapi keterbatasan anggaran. Salah satu contoh yang disampaikan adalah keberhasilan pengembangan pendidikan madrasah.

"Madrasah unggulan kita belum tertandingi oleh sekolah lain di luar Kementerian Agama. Padahal, ada sekolah-sekolah yang anggarannya jauh lebih besar. Ini menunjukkan Kementerian Agama mampu membangun kualitas secara positif meskipun dengan keterbatasan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut menyoroti peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia menyebut capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama yang berada pada posisi tertinggi sebagai hasil kerja bersama yang harus terus dipertahankan.

"Indeks kerukunan umat beragama kita berada pada posisi tertinggi. Tantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan capaian ini. Tanpa kerukunan, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan memiliki arti," tuturnya.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa Kementerian Agama juga terlibat aktif dalam penanganan persoalan kemanusiaan, khususnya di wilayah Sumatra yang terdampak bencana. Menurutnya, kehadiran negara melalui Kementerian Agama tidak hanya diwujudkan dalam bantuan materi, tetapi juga melalui pendampingan spiritual kepada masyarakat terdampak.

"Kami tidak hanya hadir melalui bantuan materi. Kementerian Agama juga melakukan pendampingan dan penguatan spiritual. Kami ingin membantu masyarakat melihat musibah sebagai ujian yang harus dihadapi bersama," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya