Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Contoh Kata Berimbuhan Lengkap: Jenis, Fungsi, dan Penggunaannya

Wisnu Arto Subari
01/1/2026 23:21
Contoh Kata Berimbuhan Lengkap: Jenis, Fungsi, dan Penggunaannya
Ilustrasi.(Freepik)

Memahami tata bahasa adalah kunci utama dalam komunikasi yang efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Salah satu komponen paling vital dalam morfologi bahasa Indonesia adalah penggunaan imbuhan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai contoh kata berimbuhan, jenis-jenisnya, serta aturan penggunaannya yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) V.

Kata berimbuhan, atau yang sering disebut sebagai kata turunan, adalah kata dasar yang telah mengalami proses afiksasi atau penambahan imbuhan. Proses ini tidak hanya mengubah bentuk kata, tetapi sering kali mengubah kelas kata (misalnya dari kata benda menjadi kata kerja) dan makna gramatikalnya.

Pengertian Kata Berimbuhan

Secara definisi, kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapatkan penambahan afiks (imbuhan) baik di awal, di tengah, di akhir, maupun gabungan di antaranya. Dalam bahasa Indonesia, penguasaan terhadap materi ini sangat penting karena kesalahan satu huruf pada imbuhan dapat mengubah makna kalimat secara keseluruhan.

Mempelajari contoh kata berimbuhan akan membantu Anda dalam menyusun kalimat yang lebih variatif, formal, dan presisi. Berikut adalah klasifikasi lengkap berdasarkan letak imbuhannya.

Jenis-Jenis Imbuhan dan Contohnya

Berdasarkan posisi penempatannya pada kata dasar, imbuhan dibagi menjadi empat jenis utama: Prefiks (awalan), Infiks (sisipan), Sufiks (akhiran), dan Konfiks (gabungan).

1. Awalan (Prefiks)

Prefiks adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar. Beberapa awalan yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia meliputi me-, ber-, di-, ter-, pe-, per-, ke-, dan se-.

  • Me-: Berfungsi membentuk kata kerja aktif.
    • Me + Baca = Membaca
    • Me + Tulis = Menulis (Huruf T luluh)
    • Me + Ajar = Mengajar
  • Ber-: Biasanya menunjukkan kepemilikan, keadaan, atau tindakan.
    • Ber + Main = Bermain
    • Ber + Ajar = Belajar (Pengecualian morfofonemik)
    • Ber + Cermin = Bercermin
  • Ter-: Menunjukkan keadaan pasif atau ketidaksengajaan.
    • Ter + Bawa = Terbawa
    • Ter + Tidur = Tertidur
    • Ter + Pandai = Terpandai (Menyatakan tingkat paling/superlatif)
  • Di-: Membentuk kata kerja pasif.
    • Di + Makan = Dimakan
    • Di + Jual = Dijual

Baca juga: Bahasa Indonesia Kelas VII Menelaah Struktur Teks Deskripsi

2. Sisipan (Infiks)

Sisipan adalah imbuhan yang diletakkan di tengah kata dasar. Jenis ini cukup jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari namun sering ditemukan dalam karya sastra atau istilah teknis. Sisipan meliputi -el-, -em-, -er-, dan -in-.

  • -el-:
    • Tunjuk + -el- = Telunjuk
    • Jajah + -el- = Jelajah
  • -em-:
    • Getar + -em- = Gemetar
    • Tali + -em- = Temali
  • -er-:
    • Gigi + -er- = Gerigi
    • Suling + -er- = Seruling

Baca juga: Contoh Kalimat Mengandung Pola SPOK yang Benar sesuai Tata Bahasa Indonesia

3. Akhiran (Sufiks)

Sufiks diletakkan di akhir kata dasar. Fungsinya sering kali untuk membentuk kata benda atau kata kerja imperatif (perintah). Contoh sufiks meliputi -an, -kan, -i, dan -nya.

  • -an: Membentuk kata benda.
    • Makan + -an = Makanan
    • Tulis + -an = Tulisan
    • Ratus + -an = Ratusan
  • -kan: Membentuk kata kerja kausatif (menyebabkan sesuatu).
    • Ambil + -kan = Ambilkan
    • Dengar + -kan = Dengarkan
  • -i: Memberi makna berulang atau memberi sifat.
    • Pukul + -i = Pukuli
    • Hormat + -i = Hormati

Baca juga: , Arti Keep dalam Bahasa Indonesia Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami

4. Gabungan (Konfiks)

Konfiks adalah imbuhan yang diletakkan di awal dan akhir kata dasar secara bersamaan. Ini berbeda dengan imbuhan bertingkat. Contoh konfiks meliputi ke-an, pe-an, per-an, dan ber-an.

  • Ke-an:
    • Ke + Sehat + an = Kesehatan
    • Ke + Banjir + an = Kebanjiran (Bermakna menderita akibat)
  • Pe-an / Peng-an:
    • Pe + Didik + an = Pendidikan
    • Peng + Hapus + an = Penghapusan
  • Per-an:
    • Per + Juang + an = Perjuangan
    • Per + Kerja + an = Pekerjaan

Baca juga: To Artinya Apa Pengertian dan Fungsi Preposition To dalam Bahasa Indonesia

Aturan Peluluhan Fonem K, T, S, P

Salah satu aspek tersulit dalam memahami contoh kata berimbuhan adalah aturan peluluhan. Dalam bahasa Indonesia baku, kata dasar yang diawali dengan huruf K, T, S, dan P akan luluh jika bertemu dengan awalan me- atau pe-, dengan syarat huruf kedua adalah huruf vokal.

Berikut adalah rincian aturannya:

  1. Huruf K (Luluh menjadi Ng)
    Contoh: Me + Kirim = Mengirim (Bukan Memkirim atau Mengkirim).
  2. Huruf T (Luluh menjadi N)
    Contoh: Me + Tulis = Menulis (Bukan Mentulis).
  3. Huruf S (Luluh menjadi Ny)
    Contoh: Me + Sapu = Menyapu (Bukan Mensapu).
  4. Huruf P (Luluh menjadi M)
    Contoh: Me + Pakai = Memakai (Bukan Mempakai).

Baca juga: Contoh Majas Metafora dan Artinya

Pengecualian: Aturan ini tidak berlaku jika:

  • Kata dasar diawali dengan gugus konsonan (misalnya: Traktir menjadi Mentraktir, Kritik menjadi Mengkritik).
  • Kata tersebut adalah kata asing yang belum diserap sempurna.
  • Kata dasar bersuku satu (misalnya: Cat menjadi Mengecat, Bom menjadi Mengebom).

Baca juga: Mengenal Penokohan yang Umum Digunakan dalam Cerita Fiksi, Novel, ataupun Cerpen

Fungsi Kata Berimbuhan dalam Kalimat

Penggunaan imbuhan tidak hanya sekadar mengubah bentuk, tetapi juga menentukan fungsi sintaksis kata tersebut dalam kalimat. Berikut adalah contoh penerapannya:

1. Membentuk Kata Benda (Nomina)

Imbuhan seperti pe-, -an, ke-an, dan pe-an umumnya mengubah kata dasar menjadi kata benda. Kata-kata ini berfungsi sebagai subjek atau objek dalam kalimat.

  • Contoh: "Pelukis itu sedang memamerkan lukisan terbarunya di galeri." (Kata dasar: Lukis).

Baca juga: Contoh-Contoh Cerpen Singkat

2. Membentuk Kata Kerja (Verba)

Imbuhan me-, ber-, di-, ter-, -kan, dan -i membentuk kata kerja yang berfungsi sebagai predikat.

  • Contoh: "Ayah membelikan adik sepeda baru karena ia berhasil menjuarai lomba."

3. Membentuk Kata Sifat (Adjektiva)

Imbuhan -i (dalam konteks tertentu), ter-, dan se- dapat membentuk kata sifat.

  • Contoh: "Pemandangan di desa ini sangat alami dan udaranya sejuk."

Baca juga: Teks Prosedur danTujuannya serta Kaitan dengan Cerpen, Infografik,Poster

Kesimpulan

Menguasai berbagai contoh kata berimbuhan adalah langkah fundamental untuk meningkatkan kualitas berbahasa Indonesia Anda. Dengan memahami jenis awalan, sisipan, akhiran, serta aturan peluluhannya, Anda dapat menghindari kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan formal maupun jurnalisme. Teruslah berlatih menggunakan variasi imbuhan ini agar komunikasi Anda menjadi lebih efektif, kaya makna, dan mudah dipahami.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya