Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan prediksi cuaca bulanan sepanjang tahun 2026. Prakiraan ini mencakup potensi curah hujan dari kategori rendah hingga sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Pada Januari 2026, BMKG memprediksi curah hujan dengan kategori menengah hingga sangat tinggi berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi Selatan.
Memasuki Februari 2026, curah hujan umumnya diprakirakan berada pada kategori rendah hingga tinggi. Sementara itu, curah hujan dengan kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
"Maret hingga April 2026 umumnya pada kategori menengah hingga tinggi, curah hujan sangat tinggi berpeluang di Jawa Tengah dan Papua Tengah," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/12).
Selanjutnya, pada Mei hingga Juni 2026, kondisi cuaca secara bertahap memasuki masa transisi menuju musim kemarau. Pada periode ini, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah. Adapun curah hujan sangat rendah berpeluang mulai terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, pada Juli hingga September 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. Curah hujan umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan potensi curah hujan sangat rendah di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
"Bulan Oktober kita sudah mulai transisi kembali ke musim hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian Barat. Sehingga prediksi hujan pada kategori rendah hingga tinggi berpeluang terjadi di Aceh," ungkapnya.
Pada November hingga Desember 2026, BMKG memprediksi curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Sementara curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Sulawesi Selatan.
(P-4)
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimumĀ 978 hPa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved