Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi hari ini, Minggu (21/12). Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul terpantau Bibit Siklon Tropis 93S di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 64 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 998 hektopaskal. Keberadaan sistem ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin di wilayah perairan selatan Jawa hingga lebih dari 25 knot, terutama di sekitar pusat bibit siklon.
BMKG juga mengamati adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh serta perairan utara Kalimantan. Selain itu, terbentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga Samudera Hindia barat Aceh, serta dari Laut Natuna hingga Kalimantan Barat.
Tak hanya itu, daerah pertemuan angin atau konfluensi juga terpantau di perairan barat Sumatra, Laut Jawa, serta membentang dari perairan utara Nusa Tenggara Timur hingga Laut Arafuru. Kombinasi berbagai faktor dinamika atmosfer tersebut dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan memicu potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG meminta masyarakat di wilayah berikut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat:
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya di wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik situs web maupun media sosial, guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut. (BMKG/P-4)
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca cerah berawan sampai hujan intensitas ringan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada 21 Januari 2026.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi.
BMKG memprediksi cuaca Jakarta hari ini 20 Januari 2026 akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata. Simak detail suhu dan kelembapannya.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini 19 Januari 2026. BMKG beri peringatan dini potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved