Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Wamendikdasmen: Perbaikan Ekosistem Pendidikan Harus Dilakukan Menyeluruh

Media Indonesia
20/12/2025 15:02
Wamendikdasmen: Perbaikan Ekosistem Pendidikan Harus Dilakukan Menyeluruh
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq (dua dari kana).(Dok. Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya membangun fisik sekolah, tetapi harus diiringi dengan penguatan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, meliputi guru, kepala sekolah, murid, dan pengawas sekolah.

Fajar menekankan bahwa kebijakan prioritas Kemendikdasmen diarahkan pada penguatan peran guru dan kepala sekolah sebagai aktor utama pembelajaran, serta peningkatan kualitas pengawasan sekolah agar proses pendidikan berjalan secara konsisten dan bermutu. “Guru dan kepala sekolah adalah jantung sekolah. Karena itu, penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan etos pelayanan mereka menjadi fokus kami. Pengawas sekolah juga harus hadir sebagai pendamping profesional, bukan sekadar pemeriksa administrasi,” tegasnya.

Selain itu, Fajar menyoroti pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh yang sehat bagi murid, termasuk dari sisi kesehatan mental dan iklim belajar. “Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar menjadi manusia. Sekolah harus menjadi tempat yang aman secara psikologis, membangun karakter, dan menumbuhkan kepercayaan diri murid,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Wamendikdasmen Fajar saat meresmikan gedung SMP Negeri 1 Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang telah selesai direvitalisasi melalui Program Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan kualitas layanan pendidikan. “Kita bisa membangun gedung sekolah yang bagus, tetapi yang lebih penting adalah membangun ekosistemnya. Guru harus mengajar dengan baik, kepala sekolah memimpin dengan kuat, pengawas menjalankan fungsi pembinaan, dan murid belajar dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan,” ujar Fajar.

Fajar menekankan bahwa program revitalisasi tidak semata membangun gedung, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Sekolah yang tertata dengan baik akan mendorong guru mengajar dengan lebih optimal dan peserta didik berkembang secara utuh, baik secara akademik maupun karakter. “Hal ini sejalan dengan arahan Pak Menteri Mu’ti bahwa pembangunan pendidikan nasional harus dilakukan secara holistik dan berorientasi pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan bukan hanya soal infrastruktur dan kurikulum, tetapi tentang membangun manusia. Sekolah harus menjadi ekosistem pembelajaran yang menumbuhkan karakter, akhlak, dan kecakapan hidup. Karena itu, penguatan guru, kepala sekolah, dan iklim belajar yang sehat menjadi kunci keberhasilan pendidikan,” jelas Fajar.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen. Ia menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Boyolali berada di atas rata-rata provinsi Jawa Tengah, namun penguatan sarana pendidikan tetap menjadi kebutuhan penting. “Kami berterima kasih atas perhatian Kemendikdasmen. Kami berharap sinergi pusat dan daerah terus diperkuat. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis pemerataan layanan pendidikan di Boyolali dapat terus ditingkatkan,” tambahnya.

Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah sebagai bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan visi Asta Cita dan agenda transformasi pendidikan nasional. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik