Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspada ISPA Saat Musim Hujan dan Banjir, Simak Kiat Pencegahannya

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 20:02
Waspada ISPA Saat Musim Hujan dan Banjir, Simak Kiat Pencegahannya
Ilustrasi(Freepik)

MUSIM hujan dan bencana banjir membawa risiko kesehatan yang signifikan bagi masyarakat, salah satunya adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Praktisi kesehatan sekaligus Dokter Spesialis Paru dari Universitas Indonesia, dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), mengingatkan bahwa langkah pencegahan yang sederhana namun efektif sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko tersebut.

Menurut Erlina, perubahan suhu, kelembapan yang tinggi, serta kondisi tubuh yang basah setelah beraktivitas di luar ruangan menjadi pemicu utama menurunnya daya tahan tubuh. Selain itu, kondisi lingkungan pascabanjir juga menjadi faktor risiko yang tidak bisa disepelekan.

“Musim hujan dan banjir meningkatkan risiko gangguan pernapasan karena lingkungan yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur, sementara air banjir yang tercampur limbah dapat meninggalkan debu mikroskopis yang mengiritasi saluran napas. Perubahan suhu dan kelembapan juga membuat virus seperti influenza dan RSV bertahan hidup lebih lama,” kata Erlina, dikutip Kamis (18/12).

Langkah Pencegahan di Lingkungan Ekstrem

Untuk menghadapi tantangan lingkungan tersebut, dr. Erlina menyarankan beberapa langkah proteksi diri:

  • Penggunaan Masker: Masker menjadi pelindung utama dari paparan jamur dan debu halus mikroskopis. Hal ini sangat disarankan saat berada di tempat ramai, area berdebu, atau ketika sedang membersihkan rumah pascabanjir.
  • Menjaga Higienitas: Mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin menjadi kunci untuk memutus rantai penularan virus dan bakteri.
  • Kehangatan Tubuh: Pastikan tubuh tetap kering setelah beraktivitas di area basah. Suhu tubuh yang terjaga membantu sistem imun bekerja optimal.
  • Ventilasi Ruangan: Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mencegah area lembap yang berpotensi menjadi tempat tumbuhnya jamur.

Bagi warga yang terpaksa tinggal di posko pengungsian yang padat,  Erlina menekankan pentingnya menjaga jarak fisik untuk mencegah percepatan penularan penyakit di area tersebut.

Memperkuat Imunitas dan Mengenali Gejala

Pencegahan dari dalam juga tidak kalah penting. Menjaga pola hidup sehat melalui tidur yang cukup, hidrasi yang baik, serta konsumsi makanan bergizi menjadi fondasi utama. Terkait konsumsi vitamin, dr. Erlina menyebutnya sebagai faktor pendukung saja.

“Pencegahan ISPA tetap membutuhkan langkah lain seperti menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di lingkungan padat atau berdebu, memastikan ventilasi ruangan baik, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, serta menjaga pola hidup sehat melalui tidur cukup, hidrasi yang baik, dan makanan bergizi,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap gejala ISPA seperti demam tinggi, batuk berat, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Jika gejala memburuk—terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia—pemeriksaan medis harus segera dilakukan. 

Penanganan dini sangat krusial mengingat akses layanan kesehatan sering kali terhambat saat kondisi banjir. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya