Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tren Pariwisata 2025: Masyarakat Indonesia Lebih Pilih Liburan Singkat dan Intim

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 10:16
Tren Pariwisata 2025: Masyarakat Indonesia Lebih Pilih Liburan Singkat dan Intim
Ilustrasi--Wisatawan menikmati suasana saat libur di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali.(ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)

POLA perjalanan masyarakat Indonesia mengalami pergeseran signifikan menjelang 2025. Laporan bertajuk Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel yang dirilis oleh tiket.com mengungkapkan bahwa wisatawan kini lebih menggemari liburan berdurasi singkat dengan lingkup pertemanan atau keluarga yang lebih akrab.

Chief Strategy Officer tiket.com, Tifanny Tjiptoning, menjelaskan bahwa saat ini konsumen di Indonesia cenderung memprioritaskan perjalanan domestik yang bersifat momentum. Pertumbuhan infrastruktur akomodasi dan atraksi yang pesat turut mendukung perubahan perilaku ini.

"Hasil riset ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin mengutamakan perjalanan domestik singkat berbasis momentum. Pertumbuhan akomodasi dan atraksi yang pesat membuka peluang untuk menghadirkan produk perjalanan yang lebih modular, family-friendly, dan terintegrasi dengan inspirasi digital," ujar Tifanny, dikutip Kamis (18/12)

Durasi Singkat Menjadi Rutinitas Baru

Data dari platform tersebut menunjukkan angka yang cukup dominan, di mana hampir 70% perjalanan liburan hanya berlangsung selama satu hingga tiga hari. 

Alih-alih merencanakan cuti panjang, masyarakat lebih memilih memanfaatkan momentum libur nasional atau akhir pekan panjang (long weekend).

Pola ini diproyeksikan akan semakin stabil hingga 2026. Perjalanan singkat kini dianggap sebagai rutinitas baru yang dianggap lebih praktis, mudah direncanakan, dan tetap mampu menyegarkan pikiran di tengah kesibukan.

Privasi Vila dan Popularitas Taman Bermain

Selain durasi, pergeseran juga terjadi pada pemilihan jenis akomodasi. Riset mencatat adanya lonjakan pemesanan vila sebesar 44% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pilihan ini didasari oleh kebutuhan akan ruang yang lebih luas dan privasi yang lebih terjaga saat bepergian bersama kelompok kecil.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, menilai tren pemilihan vila ini berkaitan dengan kenyamanan dalam berinteraksi. Kapasitas vila yang besar memungkinkan anggota keluarga atau teman dekat untuk beraktivitas lebih bebas dalam suasana yang hangat.

"Asumsi kami awalnya ini ditopang oleh trauma-trauma ketika pandemi covid-19, apakah ketika pandemi jadi lebih nyaman kumpul dengan lingkaran yang sangat erat atau ada di hotel yang banyak orang berlalu lalang," kata Suwandi.

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya pemesanan di kategori atraksi wisata. Tiket taman bermain mencatatkan lonjakan tajam sebesar 71%. 

Bagi masyarakat urban, taman bermain menjadi solusi praktis untuk merayakan liburan bersama keluarga tanpa harus menempuh perjalanan jarak jauh ke luar kota atau luar negeri. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya