Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Indonesia Dinilai Berpeluang jadi Kekuatan Utama AI Dunia

Atalya Puspa    
16/12/2025 19:08
Indonesia Dinilai Berpeluang jadi Kekuatan Utama AI Dunia
ilustrasi.(freepik.com)

Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan utama kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dunia pada 2030 dan seterusnya.  Manajer Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia Agung Pamungkas menyampaikan bahwa ekonomi digital Indonesia menunjukkan pertumbuhan dua digit di seluruh sektor. 

Proyeksi terbaru bahkan menunjukkan nilai ekonomi digital Indonesia pada 2030 berpotensi mencapai US$180 miliar- US$340 miliar, jauh melampaui prediksi sebelumnya yang berada di bawah US$100 miliar

“Pertumbuhan ini bisa mencapai dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Potensi Indonesia sangat besar, tidak hanya di e-commerce, tetapi juga transportasi, travel online, dan media digital,” ujar Agung, Selasa (16/12). 

Ia menambahkan, adopsi aplikasi AI di Indonesia tumbuh lebih dari 127%pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya keterlibatan pengguna, kesiapan terhadap personalisasi, serta semakin beragamnya fitur AI yang digunakan masyarakat.

Survei menunjukkan, sekitar 80% pengguna di Indonesia berinteraksi dengan fitur AI setiap hari, 68% aktif berdialog dengan chatbot AI, dan 50% berharap AI dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan. 

Meski keputusan akhir tetap berada di tangan manusia, AI dinilai berperan penting dalam meningkatkan efisiensi. Dari sisi kesiapan tenaga kerja, lebih dari 70% pekerja di Indonesia tercatat telah menggunakan AI, lebih dari separuh berencana memperdalam pengetahuan AI, dan sekitar 40% ingin mengikuti pelatihan lanjutan. 

Pendaftaran pelatihan AI generatif di Indonesia bahkan tercatat 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan.

Sebagai bagian dari kontribusi tersebut, Google memperkenalkan program Gemini Academy yang telah melatih lebih dari 300 ribu guru di Indonesia. Program ini membantu pendidik memanfaatkan AI untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari serta budaya lokal.

Selain penguatan kapasitas AI, Google juga menekankan komitmennya terhadap perlindungan anak dan keluarga di ruang digital. Perlindungan tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni produk yang aman secara default, penghormatan terhadap tahapan tumbuh kembang anak, serta pemberdayaan orang tua dan pendidik.

"Berbagai fitur keamanan telah diterapkan, mulai dari SafeSearch di Google Search, pembatasan konten dewasa di YouTube, sistem rating aplikasi di Google Play, hingga kebijakan tidak mempersonalisasi iklan untuk pengguna di bawah 18 tahun," bebernya. 

Google juga menyediakan Family Link, supervised experience di YouTube, serta fitur digital wellbeing untuk membantu orang tua mengelola aktivitas digital anak.

Sementara itu, Meta Indonesia menyoroti peluang pemanfaatan AI secara lebih aplikatif pada 2026, khususnya bagi UMKM, kreator, dan pelaku ekonomi digital. 

Manajer Kebijakan Publik Meta Indonesia Nadhila Renaldi menjelaskan bahwa Meta mengusung visi building technology for human connection, di mana teknologi dikembangkan untuk memperkuat koneksi antarmanusia dan membuka peluang kolaborasi.

Menurutnya, transformasi AI masih berada pada tahap awal. Ke depan, AI generatif akan semakin bersifat multimodal, menggabungkan teks, gambar, dan video, serta berkembang menuju agentic AI. "Tantangan utamanya adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan secara nyata dan aman di tingkat akar rumput," jelasnya. 

Meta juga menegaskan lima prinsip utama pengembangan AI, yaitu mitigasi risiko, perlindungan privasi, transparansi dan kontrol pengguna, akuntabilitas, serta memastikan AI dapat diakses oleh semua kalangan. 

Hasil riset bersama Deloitte menunjukkan banyak UMKM di Indonesia telah memanfaatkan AI melalui platform Meta, terutama untuk pemasaran, menjangkau pelanggan baru, dan meningkatkan layanan. Dampak ekonominya diperkirakan dapat menyumbang lebih dari 200 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia di masa depan.

Meta juga menyoroti tren video, augmented reality, virtual try-on, serta penggunaan AI dalam business messaging seperti WhatsApp Business. "Salah satu contoh konkret adalah kerja sama WhatsApp dengan OJK, yang memungkinkan sekitar 80 persen pertanyaan terkait registrasi lembaga keuangan diselesaikan melalui chatbot," jelas dia. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya