Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Dinilau Perlu Kembangkan Nuklir Damai untuk Ketahanan Energi dan Riset

Basuki Eka Purnama
15/12/2025 07:15
Indonesia Dinilau Perlu Kembangkan Nuklir Damai untuk Ketahanan Energi dan Riset
Ilustrasi--eneliti BRIN melakukan pengecekan reaktor nuklir di fasilitas Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy, di kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Banten(ANTARA/Galih Pradipta)

INDONESIA perlu segera mengambil langkah untuk mengembangkan energi nuklir sepenuhnya untuk tujuan damai. Langkah ini dianggap krusial, tidak hanya untuk mengatasi keterbatasan bahan bakar fosil, tetapi juga untuk memenuhi tuntutan industrialisasi yang terus meningkat.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menekankan bahwa pengembangan nuklir adalah keharusan strategis.

“Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis,” kata Reza, Minggu (14/12) malam.

Menurutnya, saatnya bagi Indonesia untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, menjadi negara dengan kapasitas nuklir damai, berkontribusi pada keamanan energi, kesehatan, dan stabilitas global.

Komitmen Transparansi dan Pengawasan Internasional

Rezasyah menegaskan bahwa dalam pengembangan ini, Indonesia harus menyampaikan pesan yang jelas kepada dunia. Komitmen terhadap nuklir damai harus dibuktikan dengan kepatuhan penuh pada standar dan pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) serta komitmen kuat pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Pesan ini sangat penting agar komunitas internasional memahami bahwa Indonesia adalah negara yang bertanggung jawab dan menggunakan teknologi nuklir secara aman, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi penyumbang keamanan bagi dunia.

Secara historis, Indonesia sudah memiliki fondasi nuklir sejak era 1950-an, ditandai dengan keberadaan reaktor penelitian Kartini di Yogyakarta dan fasilitas penelitian di Bandung, serta berbagai pusat riset lainnya.

Posisi Strategis Indonesia

Rezasyah menjelaskan, tidak seperti beberapa negara yang mengembangkan kemampuan nuklir tanpa membuka fasilitas mereka untuk inspeksi internasional secara penuh, Indonesia berada pada posisi yang berbeda.

“Kita telah memiliki berbagai perjanjian internasional yang mengatur penggunaan nuklir secara damai, transparan, dan bertanggung jawab,” katanya.

Salah satu bukti kuat komitmen ini adalah Perjanjian Lombok dengan Australia. Perjanjian tersebut menegaskan prinsip penggunaan teknologi sensitif—seperti nuklir—semata-mata untuk tujuan damai, menunjukkan bahwa pendekatan Indonesia sejak awal adalah keterbukaan dan kepatuhan terhadap aturan internasional.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan, negara yang memiliki kapasitas nuklir, serta posisi Indonesia yang berdekatan dengan India, Tiongkok, dan negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, menjadikan kawasan ini lingkungan strategis yang menuntut kejelasan sikap dan kredibilitas kebijakan.

Oleh karena itu, Rezasyah menyimpulkan, kini adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk menyampaikan pesan tegas kepada dunia bahwa pengembangan kapasitas nuklir dilakukan untuk tujuan damai, bersahabat, dan bertanggung jawab. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik